Ilustrasi seorang wanita kecapekan sehingga tertidur di dalam mobil

@Rayapos | Jakarta – Perjalanan jauh yang ditempuh dengan mobil memang membuat pengemudi dan penumpang merasa capek karena kurangnya waktu istirahat yang layak. Tapi bagaimana jika orang yang mengemudikan mobil memerlukan waktunya untuk rehat sejenak?

Tentunya sang pengemudi akan mencuri waktu untuk berhenti dan mencoba memejamkan mata di dalam mobil. Setidaknya itulah yang sering dilakukan sebagian besar pengemudi perjalanan jarak jauh.

Biasanya, mereka akan tetap menyalakan AC (Air Conditioner) saat beristirahat agar tidurnya nyaman. Terlebih jika cuaca di luar panas.

Namun tahukah Anda jika tindakan tersebut ternyata tidak benar. Bahkan tidur di dalam mobil dengan AC tetap menyala bisa menyebabkan kematian.

Dilansir laman resmi Daihatsu Indonesia, para ahli medis menyebutkan bahwa sebaiknya para pengguna mobil tidak tidur di mobil dengan keadaan AC menyala. Sebab, hal tersebut dapat membuat seseorang meninggal karena lemas akibat tidur di mobil dengan keadaan AC menyala, baik itu mobil yang sudah lama atau pun baru.

Hasil penelitian Dr Babu Shershad dari First Medical Centre di Dubai, menyatakan bahwa ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan masalah kesehatan saat seseorang tidur di dalam mobil dengan keadaan AC yang menyala.

Jika fitur mekanis mobil tidak sejajar dapat memungkinkan kebocoran knalpot mobil ke kabin kendaraan saat seseorang sedang tidur yang kemudian dapat meningkatkan risiko mati lemas.

Saat mesin mobil tetap dinyalakan dalam waktu yang lama, dikhawatirkan gas polutan atau gas buang berbahaya yang berupa karbon monoksida akan masuk ke dalam kabin.

Gas monoksida tersebut termasuk gas beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau. Tentu saja, gas monoksida (CO) tersebut sangat berbahaya bagi siapa pun yang menghirupnya.

Efek dari gas monoksida tersebut akan membuat darah kamu menjadi kehilangan kemampuannya dalam mengikat oksigen dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Dampaknya tubuh akan terasa pusing, lemas, lemah, dan kehilangan cairan.

Jika sudah demikian, berteriak pun kamu tak akan mampu. Risiko kematian pun akan sangat besar.

BAGIKAN