Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

@Rayapos | Jakarta – Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menanggapi rencana aksi unjuk rasa supporter Jak Mania yang menuntut dipercepatanya pembangunan Stadion BMW Jakarta Utara.

Prasetio kembali meluruskan, terkait penolakan pemberian Penyertaan Modal Pemerintah Daerah (PMD) kepada BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk membangun dan mengelola stadion bertaraf internasional tersebut, pihaknya justru ingin mempercepat proses pembangunan stadion BMW.

Baca juga:

Ngeri… Linggis Dipasakkan ke Leher Begini… di Pembunuhan Bekasi

Hercules Ditangkap Terkait Penguasaan Lahan

Sebab menurutnya, jika stadion taman BMW dibangun oleh PT Jakpro, proyek tersebut bakal kembali dilelang kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tentunya bakal memperpanjang proses pembangunan tersebut.

Politisi PDI Perjuangan ini menyarankan agar pembangunan stadion BMW diserahkan kepada Dinas Olahraga dan Pemuda.

“Kita malah mempercepat jadi gini loh nih saya kasi tahu ya ini pemerintah daerah diserahkan kepada Jak pro, Jak pro melang kepada kontraktor kenapa enggak pemda (memberikan) kepada anak buahnya yang namanya SKPD itu?,” kata Pras saat ditemui di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Pras pun kembali menerangkan dirinya bukan mau menghambat. Namun dia melihat ada hal yang kurang baik di PT. Jakpro terkait masalah keuangan.

Sehingga Pras, menolak jika penugasan pembangunan stadion BMW ini diserahkan kepada PT. Jakarta Propertindo.

Adapun salah satu masalah keuangan itu, diterangkan Pras adalah pemberian Penyertaan Modal Pemerintah Daerah (PMD) sebesar Rp 650 Milliar pada tahun 2013 dalam pembelian PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja) dan PT Aetra Air yang dianggarkan dalam APBD tahun anggaran 2013 yang tidak jelas.

“Nah ini permasalahanyan bukan apa-apa. Kami ada masalah sedikit dengan Jakpro yaitu mengenai uang Rp 650 miliar ini sampe hari ini saya enggak bisa tahu kalo dikasih uang kesitu (buat bangun BMW). Takutnya dipakai kemana-mana lagi dan enggak kebangun juga,” bebernya.

Lanjut Pras menerangkan, anggaran 4 Trilliun lebih untuk membangun Stadion BMW sudah melewati kajian sejak era Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, menurutnya proses pembangunan tersebut sudah bisa dijalankan dan dilakukan pengawasan melalui dinas Cipta Karya,Tata Ruang dan Pertanahan.

“silahkan aja diawasi oleh Citatata ada lagi yang joinan dengan DKI Jaya kontruksi juga bisa atau siapa lagi silahkan proses lelangnya terbuka aja. Tapi kalo ini ke Jak pro, Jak pro itu sekarang uangnya enggak ada, kecil dari 20 koma sekian triliun, itu tinggal 500an M ini masalahnya,” bebernya.

Dia menambahkan selain masalah keuangan, BUMD Jakpro rupanya telah meberikan bunga pinjaman kepada anak perusahaannya, padahal kata Pras pihak eksekutif memberikan anggaran PMD tanpa adanya bunga.

“kepada BUMD tanpa bunga loh tapi didalam setelah kita kasi ada dia membungakan kepada anak perusahannya. Ini benar enggak saya tanya?” ketusnya.

Berdasarkan hal itu, sejumlah fraksi di DPRD menaruh kecurigaan kepada PT Jakpro jika diberikan kewenangan membangun dan mengelola Stadion BMW. Sehingga DPRD DKI Jakarta sepakat bakal membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menelusi dana 650 Trilliun yang ada pada PT Jakpro melalui pemberian PMD tahun-tahun sebelumnya.

Pansus BUMD ini juga bakal bekerja menggali dana yang mengendap sebesar 44 Triliun di sejumlah BUMD lainnya, dari PMD sejak tahun 2008.
“Udah itu aja udah. Dari situpah kecurigaan Kita, kepada teman (Dewan) makanya kita bentuk pansus BUMD,
Secepatnyaa. kita mau mencari 650 T yang tak bisa dimabalikan (Jak pro),” tuturnya.

Pras yang bakal di demo ratusan massa supporter Persija Jakarta ini pun mengaku siap menjelaskan hal ini dihadapan massa yang disebut Jak Mania itu.

“Saya siap ketemu sy akan jelaskan, saya tidak pernah menghambat pembangunan stadion loh saya membereskan masalah keungannya,” tutupnya.

Sebagaimana di kabarkan sebelumnya, sebanyak 500 orang supporter Persija Jakarta mengaku bakal menggeruduk kantor DPRD DKI Jakarta sore ini.

Mereka menuntut pembangunan stadion Bersih, Martabat, dan Wibawa (BMW) Jakarta Utara dipercepat.

“Nanti kami akan demo sekitar pukul 14.00,” kata koordinator aksi Rizal Arifianto saat dihubungi, Rabu (21/11).

Massa yang menamakan dirinya ‘Gue Anak Jakarta’ ini juga meminta penjelasan Prasetio Edi yang dianggap tidak pro terhadap pembangunan stadion BMW.

“Hari ini kita akan mempertanyatakan pernyataan ketua DPRD yang tidak pro terhadap rakyat tentang pembangunan stadion di Jakarta,” ucap Rizal.