@Rayapos | Jakarta – Malam puncak penganugerahan Ballon D’or 2018 baru saja digelar pada Selasa (4/12/2018) dini hari WIB. Luca Modric dinobatkan menjadi pemain terbaik dunia mengalahkan pesaing terberatnya Cristiano Ronaldo dan Antoine Griezmann.

Menariknya, dalam ajang penghargaan Ballon d’Or tahun ini adalah terlemparnya Lionel Messi dalam peringkat tiga besar. Padahal selama 12 tahun terakhir, La Pulga selalu menjadi langganan. Bahkan, ia sukses meraih trofi pribadi ini sebanyak lima kali.

Tentu saja tidak naiknya Messi ke podium jadi sebuah pemandangan yang ganjil. Megabintang asal Argentina ini terakhir kali tidak masuk sebagai finalis Ballon d’Or pada tahun 2006 yang lalu. Saat itu, Ballon d’Or menjadi milik Fabio Cannavaro.

Setahun berselang, Messi mulai menunjukkan dominasinya di pentas Ballon d’Or. Penggawa Barcelona ini selalu masuk dalam daftar finalis. Hingga pada edisi tahun 2018, nama Messi hanya berada di posisi ke-5.

Baca Juga:

Modric Rebut Penghargaan Ballon d’Or 2018

4 Pelatih Ini Lengser di Tahun 2018

NBA: LA Lakers Bungkam Phoenix Suns 120-96

Menanggapi soal Ballon d’Or, Messi berdalih bahwa capaian secara kolektif jauh lebih penting dari capaian individu. “Di sepak bola selalu terjadi bahwa gelar secara kolektif lebih penting daripada individu,” ujar Messi, sebagaimana dilansir laman Onda Cero.

“Ketika Anda melihat sisi mana yang lebih penting dalam sepak bola, maka selalu mereka yang bekerja sebagai sebuah tim, yang selalu berjuang satu sama lalin, dan setiap anggota tim punya nilai dan bagian,” sambungnya.

Namun, La Pulga menegaskan saat ini dirinya masih punya motivasi tinggi untuk lebih baik. “Sangat penting untuk menjadi lebih baik secara individu, tapi juga dalam koridor kolektif. Anda bisa sukses jika bisa membantu tim,” tukasnya.