Novel Bamukmin

@Rayapos | Jakarta – Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Chaidir Bamukmin menepis anggapan bahwa aksi Bala Tauhid 211 tidak menghormati suasana duka disaat banyak bencana.

Novel mengatakan, justru aksi tersebut untuk mencari ridho Allah untuk menolak bencana selanjutnya. Karena menurutnya deretan bencana yang terjadi akhir-akhir ini terjadi karena kezoliman penguasa.

Baca juga:

Fahri Hamzah Minta Prabowo Mundur, Apa Maksudnya?

Jokowi Segera Kurangi Angka Kemiskinan, Begini Caranya

“Karena bencana ini ulah penguasa yang melakukan banyak kemungkaran sehingga Allah SWT marah kepada penguasa yang terus menzolimi yang lurus juga pemerintah mendukung penista agama, LGBT, komunis, aliran sesat sehingga pemerintah yang zolim rakyat yang kena musibahnya juga,” kata Novel saat dihubungi Rayapos Jumat (2/10/2018).

Novel menerangkan aksi 211 Bela Tauhid juga bakal diwarnai doa bersama untuk korban bencana, bahkan kata Novel, dalam aksi yang terkait dengan insiden pembakaran bendera ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh oknum anggota Banser di Jawa Barat ini, akan menggalang dana untuk korban musibah di Indonesia.

“Dan kami dari awal bencana musibah yang ada di Indonesia tidak putus mengirim bantuan diseluruh daerah yang terkena musibah melalui HILMI – FPI yang turun langsung dan saat ini masih bertahan di lombok dan sudah banyak yang dipalu,” tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto sempat menghimbau agar massa dari luar daerah tidak ikut aksi 211 yang dijadwalkan hari ini.

Ari juga berpendapat jika aksi ini kurang pas digelar saat negara sedang berduka akihat banyak bencana alam dan adanya kecelakaan pesawat Lion Air JT610.

Polri berharap aksi tersebut dapat berlangsung sesuai aturan-aturan yang berlaku.

“Ya kita sedang berkabung, bencana di Lombok, ada bencana di Palu, baru saja lagi ada (kecelakaan pesawat) bencana, kalau kita harus yang seperti ini (mengadakan aksi) kok kayaknya kurang berempati menurut saya sih ya. Tapi persoalan ini sudah ditangani oleh polisi,” kata Ari Dono.

BAGIKAN