Banjir di Gorontalo Utara Mulai Surut

@Rayapos | Gorontalo: Banjir setinggi 80 sentimeter hingga satu meter yang melanda lima kecamatan di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo sejak Kamis (26/1) mulai surut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gorontalo Utara, Nurhadi Rahim, Jumat di Gorontalo mengatakan, banjir di Kecamatan Tomilito, Monano, Sumalata, Biawu dan Tolinggula mulai surut meski hujan intensitas rendah masih melanda wilayah tersebut.

Bahkan kata dia, penyaluran bantuan bagi korban banjir di Kecamatan Biawu dan Tolinggula yang tidak bisa dilakukan akibat putusnya ruas jalan trans Sulawesi di Desa Kikia Kecamatan Sumalata dan Desa Sembihingan Kecamatan Biawu, akibat longsoran tanah dan bebatuan, kini sudah bisa dilakukan.

“Ruas jalan yang sempat terhalang longsor kini sudah bisa dilewati, sehingga bantuan pemerintah daerah sudah disalurkan sejak Jumat pagi oleh tim BPBD,” kata Nurhadi.

Ia mengatakan, penanganan bagi korban banjir menjadi prioritas pemerintah daerah, sebab warga korban banjir tidak boleh sakit. Pihaknya pun kata Nurhadi telah berkoordinasi dengan lintas sektor, diantaranya Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan untuk membantu masyarakat.

Data korban banjir sementara yang diperoleh BPBD kata Nurhadi diantaranya, 8 desa di Kecamatan Tolinggula terendam banjir dengan ketinggian hingga 1 meter, menyebabkan 3.286 jiwa di 762 rumah terendam dan 68 warga di wilayah terparah terpaksa diungsikan ke lokasi aman.

Sedangkan di Kecamatan Monano tercatat 112 jiwa di 28 rumah terendam, di Kecamatan Sumalata sebanyak 4 desa atau 1.217 jiwa di 311 rumah terendam banjir dan akses transportasi di wilayah tersebut sempat terputus akibat longsor.

Serta 4 desa di Kecamatan Biawu atau 382 jiwa di 102 rumah terendam, ditambah 40 jiwa di 10 rumah di Kecamatan Tomilito juga terendam. Bahkan kata Nurhadi, tercatat kerugian materil yaitu 886 hektare sawah siap panen mengalami kerusakan.

Ditambah 12 ton jagung siap jual ikut rusak terendam banjir dan 8 ekor sapi dinyatakan hilang.

“Penanganan korban banjir dipercepat, termasuk pengiriman bantuan makanan siap saji dan selimut serta antisipasi banjir susulan yang potensial terjadi mengingat hujan dengan intensitas rendah sampai sedang diprediksi masih akan melanda daerah ini hingga pekan depan,” kata Nurhadi.[ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY