Banjir Peru, 72 orang tewas dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal

Tanah longsor dan hujan lebat menyebabkan banjir di jalan Huachipa (Foto: Reuters)

@Rayapos.com | Peru: Perdana Menteri Fernando Zavala memperbarui jumlah korban tewas dari bencana banjir di Peru sebanyak 72 orang, pada Sabtu (19/03/2017). Sementara ribuan warga di distrik Huachipa, Peru, harus kehilangan tempat tinggal dan mengungsi.

Dilansir dari abc.net, pihak berwenang di Peru telah menyatakan bahwa bencana alam berupa tanah longsor, sungai meluap, dan banjir yang disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi, di Peru, merupakan peristiwa yang terburuk dalam dua dekade terakhir.

Hujan yang sangat tidak biasa ini diikuti serangkaian badai di sepanjang pantai utara Peru setelah periode kekeringan parah. Selain itu juga telah terjadi pemanasan yang tidak biasa dari suhu permukaan laut di lepas pantai utara Peru dengan 5-6 derajat hingga 29 derajat Celcius (84 derajat Fahrenheit).

Intensitas hujan yang 10 kali lebih banyak dari biasanya, telah menyebabkan banyak sungai di Peru meluap dan memicu tanah longsor di lereng bukit Andean yang curam. Ramalan cuaca juga mengatakan bahwa hujan seperti ini masih akan terjadi dalam beberapa minggu mendatang. Hal ini disebabkan karena pemanasan suhu laut di Pasifik, yang dikenal sebagai “El Nino” diperkirakan akan berlangsung hingga April.

Pasukan tentara juga telah dikerahkan untuk membantu polisi di 811 kota yang telah dinyatakan dalam keadaan darurat.

Comments

comments