ilustrasi

@Rayapos | Jakarta – APBD DKI Jakarta 2017 menyisakan anggaran (silpa) sebesar RP 13,16 triliun. Silpa tersebut dianggap terlalu tinggi. Ini membuat Ketua DPRD DKI Jakarta belum menandatangani draf pengesahan Raperda Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2017.

Anggota komisi Bidang pembangunan dari Fraksi Nasdem, Bestari Barus menilai tingginya silpa tersebut karena adanya unsur pembangunan yang mangkrak dan perencanaan program yang gagal terealisasi pada tahun 2017.

Bukan hanya itu, Bestari menilai Pemprov DKI Jakarta sudah lalai dalam melakukan pertanggungjawaban setiap program yang telah dirancangkannya.

Baca juga:

Survei Elektabilitas: Jokowi Jauh Unggul Dibanding Prabowo

Viagra Alami Itu Bernama Yarsagumba

Salah satunya adalah penjelasan pembagian dana bagi hasil yang juga belum ada penjelasannya.

“Angka itu cukup tinggi, maka kita minta kedepan perencanannya, lebih baik karena gagalnya itu banyak gagal diperencanaan di SKPD. Seperti perencanaan gagal itu adalah, pembangunan infrastruktur, pembebasan lahan, macem macem lah,” ujar Bestari saat dihubungi Rayapos Kamis (19/7/2018).

Bestari pun menjelaskan, alasan DPRD DKI menunda pengesahan raperda LKPJ Tahun anggaran 2017 itu, lantaran legislator di ingin mengetahui secara detail dari pihak eksekutif terkait tingginya silpa APBD 2017.

“Ingin tahu dulu detailnya kenapa? Apakah ada unsur kesengajaan atau ada hal-hal lain ketidakpatuhan aparatur, ataukah human eror, Angka itu cukup tinggi, maka kita minta kedepan perencanannya, lebih baik karena itu banyak gagal diperencanaan di SKPD,” ungkapnya.

Dikatakan Bestari, sejatinya pembahasan Raperda LKPJ tahun anggaran 2017 masih membutuhkan waktu sekitar dua hari lagi.

Menurutnya jika Pemprov DKI Jakarta semakin cepat menyelesaikan laporan penjelasan silpa sebesar 13.16 triliun itu. Maka raperda LKPJ APBD 2017 akan semakin cepat disahkan.

“Karena itu silpanya masih gelondongan kita minta itu penjelasannya dirinci secara detail. Itu masih membutuhkan satu dua hari lagi pembahasan, mungkin hari senin nanti akan ada rapat lagi. Kita minta secara terang supaya jika ditanya masyarakat kita bisa menjawab,” tutupnya.