Gubernur DKI Anies Baswedan (FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA)

@Rayapos | Jakarta – Pemprov DKI Jakarta berencana membangun lokasi pengolahan sampah intermediate treatment facility (ITF) di Sunter Jakarta Utara. Namun ITF Sunter diprediksi hanya menampung 2.000 ton sampah perhari. Sedangkan jumlah sampah Jakarta 8.000 ton per hari.

Menanggapi ini, Gubernur Anies Baswedan pun berkeinginan untuk membangun IFT lebih dari satu di beberapa titik kota Jakarta. Terlebih saat ini pihaknya mendapat banyak tawaran terkait pembangunan ITF di Jakarta.

“Jakarta Insya Allah akan kita kerjakan massive, bukan hanya satu. Tapi sekarang ini ada banyak sekali tawaran untuk membangun,” ujar Anies saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta Kamis (25/10/2018).

Baca juga:

Prabowo Sebut 99% Rakyat Indonesia Hidup Pas-Pasan, Begini Respon BPS

Paparkan Kemajuan Indonesia Era Jokowi, Wiranto: Ini Bukan Data dari Langit

Meskipun begitu, dia belum bisa memastikan jumlah ITF yang bakal di bangun pihaknya, sebab pemprov DKI harus melihat dulu bebeberpa hal terkait pembanguan proyek tersebut. Seperti perhitungan luas lahan, teknologi dan pola kerjasama yang bakal diterapkan.

“Pola kerja sama. Siapa partner nya? partnernya adalah jakpro. Jadi pengelolaan ini BUMD kita yang menjadi Mitra,” tandasnya.

Sebelumnya rencana peletakan batu pertama ITF sunter menuai kritikan dari DPRD DKI Jakarta.

Anggota komisi bidang pembangunan Bestari Barus heran, Pemprov hanya membangun satu ITF. Padahal APBD DKI terbilang besar.

Kata Bestari, saking besarnya, hingga sebagian anggaran tidak bisa dibelanjakan dengan adanya Silpa mencapai Rp 13 Triliun.

Bestari menyarankan, minimal pemprov DKI membangun empat ITF di Jakarta dengan daya tampung masing-masing ITF 2.000 ton sampah per hari.

Menurutnya dengan begitu, Pemprov DKI bakal lepas dari Pemkot Kota Bekasi, dalam hal mengelola lahan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.