Ilustrasi

@Rayapos | Jakarta – Menteri ESDM Ignatius Jonan pada sore ini menyatakan harga BBM jenis Premium naik menjadi Rp7.000. Namun, sesaat Kementerian itu akhirnya membatalkan kenaikan harga tersebut.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan pembatalan itu merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo.

“Sesuai arahan Presiden, rencana kenaikan harga Premium agar ditunda dan dibahas ulang sambil menunggu kesiapan PT Pertamina (Persero),” kata dia kepada wartawan, Rabu (10/10/2018).

Baca juga:

Jokowi Tanggapi Permintaan Amien Rais yang Minta Kapolri Dipecat

Oknum Guru SMAN 87 yang Doktrin untuk Benci Jokowi, Minta Maaf

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan kenaikan itu akan dilakukan sore hari, tergantung kesiapan PT Pertamina (Persero) untuk menyosialisasikan kebijakan tersebut.

“Harga Premium naik jam 18.00 WIB hari ini,” kata dia di Bali, Rabu (10/10).

Harga baru Premium untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali (Jamali) nantinya dipatok sebesar Rp 7.000 per liter. Di luar Jamali harganya akan menjadi Rp 6.900 per liter. Saat ini harganya Rp 6.450 per liter. Harga tersebut tidak mengalami perubahan harga April 2016.

Kenaikan harga Premium ini juga dipengaruhi harga minyak dunia. Harga minyak jenis Brent sudah mencapai level US$ 80 per barel.

Bahkan, harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) sudah menyentuh level tertinggi sejak awal tahun yakni US$ 74,88 per barel. Padahal, asumsi ICP dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 hanya US$ 48 per barel.

BAGIKAN