Pesawat Batik Air PK-LAK yang mendarat darurat di Bandara Hang Nadim (FOTO: jetphoto)

@Rayapos | Jakarta – Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan terkait pendaratan darurat Batik Air ID-6863 Rute Batam ke Soekarno-Hatta, di Bandara Hang Nadin, Sabtu malam (17/11/2018)..

Ia tidak menampik, setelah terbang beberapa menit sang pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan kembali di bandar udara asal yaitu Batam (return to base/RTB).

Danang menyebut, keputusan tersebut diambil sesuai prosedur operasional dikarenakan adanya technical dimana pesawat harus segera dilakukan pengecekan.

Baca juga:

Erick Thohir: “Saya Akan Mundur dari Timses Jokowi…”

Sulitnya, Cari Linggis Alat Bunuh Sekeluarga Bekasi

Namun sayangnya saat ini pihak maskapai, belum bisa menjelaskan kendala teknis apa yang dialami pesawat itu. Sebab kata dia, proses pengecekan pesawat masih berlangsung.

“Saat ini pesawat Airbus A320-200 registrasi PK-LAK sedang menjalani pengecekan dan pemeriksaan oleh teknisi,” jelas Danang melalui keterangan resmi yang diterima Rayapos Minggu (18/11/2018).

Menurutnya Batik Air ID-6863 dijadwal keberangkatan pada pukul 19.45 WIB yang dioperasikan dengan pesawat jenis Airbus A320 -200 registrasi PK-LAK.

“Dalam penerbangan ini, Batik Air membawa tujuh kru dan 130 tamu,” ungkapnya.

Ia memaparkan, sebelum diberangkatkan menuju Soekarno-Hatta pesawat itu juga sudah menjalani pemeriksaan (pre-flight check) dan dinyatakan layak terbang (safe to flight).

Kendati begitu, adanya pendaratan darurat ini pihak maskapai Batik Air telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tamu atas ketidaknyamanan yang timbul.

Sementara itu untuk sejumlah penumpang yang perjalannya sempat tertunda, sudah diberangkatkan kembali dengan pesawat lain milik Batik Air jenis Boeing 737-900 ER registrasi PLBG, yang mengangkut tujuh kru beserta 77 tamu.

“Diperkirakan tiba di Soekarno-Hatta pada 00.15 WIB. Batik Air menggunakan armada lainnya yaitu Boeing 737-900 ER registrasi PLBG,” kata dia.

Lanjut Danang menambahkan, pihak maskapai juga menyiapkan kompensasi keterlambatan (delay management) seuai aturan yang berlaku. Dalam hal ini, Batik Air juga memfasilitasi permintaan tamu, seperti yang akan melakukan pengembalian dana (refund) dan perubahan jadwal terbang (reschedule) sesuai ketentuan.

“Batik Air akan meminimalisir dampak yang timbul, agar operasional Batik Air lainnya tidak terganggu,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Pesawat Batik Air nomor penerbangan ID-6863 Rute Batam ke Soekarno-Hatta mendarat darurat di Bandar Udara Internasional Hang Nadim pukul 20.55 WIb.

Berdasarkan laporan dari salah satu penumpang pesawat Zulianto (29), pesawat jenis Airbus A320-200 mengalami gangguan teknis pada pesawat.

Namun kata Zuli, dari dalam pesawat pihak maskapai tidak menjelaskan secara detail gangguan teknis apa yang dimaksud meskipun diumumkan langsung oleh sang pilot.

Menurutnya hal itu hanya membuat panik para penumpang yang berada di dalam pesawat hingga diarahkan di ruang tunggu Bandara Udara Internasional Hang Nadim.

Selanjutnya Zuli menerangkan pihak maskapai menyiapkan pesawat cadangan yang berasal dari hanggar bandara, akan tetapi berdasarkan kesaksian Zuli, sebagian penumpang memilih untuk membatalkan kepergiannya malam ini, dengan alasan trauma setelah melewati pendaratan daurat sebelumnya.

“Sebagian tidak jadi berangkat, mereka yang komplain tadi di ruang tunggu, sebagian mengaku Trauma, menunggu tenang katanya,” tutur Zuli.

BAGIKAN