Ilustrasi nama orang yang meninggal

@Rayapos | Jakarta – Bawaslu DKI Jakarta merilis data janggal terhadap Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sebanyak 10.626 data pemilih ganda ditemukan oleh pengawas penyelenggara pemilu itu.

Klasifikasinya terdiri dari: NIK nama ganda, NIK nama tanggal lahir ganda, NIK sama dan nama tanggal lahir ganda.

Baca juga:

Farhat Posting ‘Pilih Jokowi Masuk Surga’, Malah Disalahkan PKB

Fadli Zon Minta Iklan Bendungan ‘Jokowi’ Dicopot, Ini Reaksi Kominfo

Setelah Check In Bersama Wanita Hijab, Seorang Pria Tewas Berlumur Darah

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu DKI Jakarta Burhanuddin menyatakan, temuan dugaan DPT ganda yang direkomendasikan Bawaslu DKI kepada KPU DKI Jakarta, setelah dilakukan verifikasi faktual di lapangan terbukti terdapat 1.332 orang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

“Bawaslu akan terus melakukan pengawasan terhadap verifikasi kebenaran data tersebut untuk memastikan DPT Pemilu 2019 di Jakarta tidak bermasalah,” kata Burhanuddin kepada wartawan, Jakarta, Rabu (13/9/2018).

Selain menemukan data ganda, lanjutnya, Bawaslu DKI juga menemukan data orang meninggal, orang yang sudah pindah alamat keluar Jakarta, orang yang tidak ber-KTP elektronik masih ditetapkan sebagai pemilih tetap.

Ia berpendpat keakuratan DPT tidak hanya untuk memastikan hak pilih warga negara, tetapi ini juga berkaitan dengan efisiensi anggaran dan pengadaan logistik pemilu 2019.

Dari penemuan data ganda, ia berharap secara faktual semestinya dapat dihapus, karena ini data tersebut adalah data pemilih, bukan data kependudukan.

“Bawaslu DKI akan terus melakukan pencermatan terhadap pemilih tetap sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap rakyat sebagaimana komitmen Bawaslu untuk menjaga hak pilih di seluruh negeri,” pungkasnya.

BAGIKAN