Bawaslu Petakan Kerawanan Pilkada Serentak 2017

rayapos.com - Bawaslu
Daniel Zuchron - Komisioner Bawaslu (FOTO: Istimewa)

@Rayapos | Jakarta:  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengumumkan indeks kerawanan pemilu dalam Pilkada serentak 2017 guna memetakan, mengukur, meramalkan dan melakukan deteksi dini dalam menentukan wilayah-wilayah rawan dalam proses pemilu demokratis.

“Indeks kerawanan pemilu sebagai alat untuk mengetahui dan mengidentifikasi ciri, karakteristik, dan kategori kerawanan dari berbagai wilayah yang akan melangsungkan pemilu, serta sebagai sumber data rujukan dalam langkah antisipasi berbagai hal penghambat pemilu,” ujar Komisioner Bawaslu Daniel Zuchron di Jakarta, Senin (30/1/2017).

Berdasarkan data yang dikeluarkan Bawaslu itu, dari tujuh provinsi yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak 2017, yang memiliki peringkat indeks kerawanan pemilu tertinggi berturut-turut yakni, Papua Barat,Aceh, Banten, Sulawesi Barat, DKI Jakarta, Kepulauan Bangka Belitung, serta Gorontalo.

Peringkat kerawanan tersebut dihitung dari persentase perbandingan antara banyaknya tempat pemungutan suara (TPS) di masing-masing provinsi yang dinilai memiliki potensi kerawanan, dengan total TPS di provinsi tersebut.

Dimensi kerawanan yang disoroti yaitu dari aspek data pemilih, ketersediaan logistik, keterlibatan penyelenggara negara, politik uang dan prosedur.

Bawaslu mencontohkan mengapa Papua Barat menduduki peringkat pertama indeks kerawanan pemilu. Misalnya dari dimensi politik uang, dari total 2.857 TPS di Papua Barat, sebanyak 2.048 diantaranya rawan terjadi politik uang.

Kerawanan politik uang di Papua Barat dapat berupa pemberian langsung kepada pemilih, atau suap kepada penyelenggara negara karena di wilayah tersebut memiliki tipologi pedesaan dan tertinggal.

Comments

comments