Ilustrasi bedah sesar

@Rayapos | Jakarta – Bedah sesar kini menjadi tindakan medis yang dianggap biasa. Bahkan, muncul fenomena bedah sesar yang direncanakan disesuaikan dengan tanggal “cantik” yang diinginkan oleh pasangan suami istri. Penentuan tanggal bedah sesar juga kerap dijadikan alasan untuk menandai peristiwa tertentu.

Tetapi, benarkah bedah sesar mempengaruhi evolusi manusia?

Sebuah studi menunjukkan bahwa keberhasilan persalinan melalui bedah sesar pada paruh kedua abad ke-20 memiliki pengaruh pada evolusi manusia.

Tingkat keberhasilan kelahiran bayi berukuran besar oleh ibu yang memiliki panggul sempit pada masa lalu sangat kecil. Namun, setelah ditemukan medote bedah sesar, maka permasalahan bayi berukuran besar dari ibu berpanggul sempit bisa diatasi dengan tingkat keberhasilan atau keselamatan yang jauh lebih tinggi.

Baca juga : Donita Tak Berhenti Menangis Jelang Kelahiran Anak Kedua, Ini Alasannya..

Namun, dibalik keberhasilan bedah sesar itu, ternyata ada hubungannya dengan evolusi manusia.

Studi yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Wina di Austria mengungkapkan, ada teori yang menghubungkan antara bedah sesar dengan evolusi manusia.
Menurut penelitian itu, persalinan melalui bedah sesar ternyata melahirkan beberapa pergeseran yang terjadi dalam waktu yang lumayan isngkat.

Menurut studi yang dipublikasikan oleh Proceedings of the Natural Academy of Sciences, bedah sesar akan membuat jumlah bayi berukuran besar menjadi lebih banyak. Selain itu, jumlah perempuan dengan panggul sempit juga akan semakin banyak.

Hal ini karena keberhasilan dari bedah sesar membuat gen dari bayi berukuran besar serta perempuan dengan panggul kecil terus diturunkan ke generasi selanjutnya.

Baca juga : Ibuprofen Turunkan Kemampuan Pria Miliki Keturunan

Dulu, bagaimanapun kondisinya seorang perempuan akan melahirkan dengan cara normal, yang berarti gen-gen ini kemungkinan besar tidak diturunkan dari generasi ke generasi.

“Tanpa intervensi medis modern, beberapa problem persalinan sering tidak akan membuat perempuan selamat. Namun dari perspektif evolusi, kejadian tersebut adalah bentuk seleksi,” ungkap ahli biologi dan peneliti dari Universitas Wina, Philipp Mitteroecker, dilansir dari Science Alert, Sabtu(6/1/2018).

“Perempuan dengan panggul sempit tidak akan selamat dari proses persalinan 100 tahun yang lalu. Tapi sekarang mereka bisa dan meneruskan gen panggul sempit mereka ke generasi selanjutnya,” tambahnya lagi.

Meski begitu, studi ini merupakan penelitian awal dan belum diketahui dengan pasti apakah memang terbukti ada perubahan evolusioner akibat bedah sesar. Perlu studi terperinci lagi untuk benar-benar mengetahui apa kaitan antara operasi sesar dengan evolusi.

Baca juga : Katarak itu Seperti Uban, Pasti Muncul Tapi Bisa Diperlambat

Selain itu masih ada faktor lain yang bisa menyulitkan kesimpulan ini. Banyak perempuan yang menunda memiliki bayi yang berarti mereka melahirkan saat tubuh mereka tidak terlalu lentur lagi, dan berat badan serta kondisi kesehatan lain juga dapat berperan apakah dokter merekomendasikan bedah sesar ini.

“Hal itu memiliki konsekuensi apakah mereka memerlukan operasi sesar atau tidak,” kata Daghni Rajasingam, konsultan kebidanan dan juru bicara Royal College of Obstetricians.

Comments

comments