Capres Prabowo Subianto (Capture Youtube)

@Rayapos | Jakarta – Elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mulai meningkat versi survei Median terbaru. Jika terpilih jadi presiden, bagaimana cara Prabowo mengatasi masalah Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia?

Anggota Tim Ekonomi Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dradjad Wibowo memaparkan sejumlah rencana mengatasi masalah BBM jika Prabowo nantinya terpilih menjadi Presiden.

Baca juga:

Ketua RT: Fiki Alman Sering Datangi Rumah Angel Lelga Malam Hari

KPK Tangkap 6 Orang Penegak Hukum di Pengadilan Jakarta Selatan

“Prabowo-Sandi akan menggenjot pembangunan kilang minyak, pabrik etanol, infrastruktur penerima gas, dan pembangunan jaringan transmisi gas,” kata Dradjad seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (28/11/2018).

Ia menekankan, konversi penggunaan BBM ke gas dan energi terbarukan, khususnya biodiesel, akan diperluas.

Biodiesel dijadikan produk unggulan karena Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia.

“Di sisi lain, ekspor sawit Indonesia sedang diserang kampanye negatif yang berlebihan dan tidak fair oleh sebagian LSM dan pesaing minyak sawit di Eropa Barat. Dengan kebijakan industri yang proaktif, termasuk insentif yang tepat sasaran, Prabowo-Sandi Indonesia ingin menjadikan Indonesia sebagai raksasa bioenergi dunia,” paparnya.

Sebagai catatan, sambung Dradjad dalam 5 tahun pertama Prabowo-Sandi, industri hilir dari minyak sawit, terutama oleo-kimia dan turunannya, juga dijadikan andalan.

Selain minyak sawit, bahan baku untuk bioenergi akan dihasilkan dari pemanfaatan puluhan juta hektar lahan hutan yang rusak menjadi lahan produksi aren, ubi kayu, dan bahan baku etanol lainnya.

“Jadi secara singkat, Prabowo-Sandi akan menggeser penggunaan BBM ke penggunaan gas dan bioenergi (termasuk biodiesel),” terang Dradjad.