Tersangka pengedar uang palsu Jawa Barat. (FOTO: Galuh Ratnatika)

@Rayapos.com | Jakarta – Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya mengatakan, terungkapnya jaringan pembuat uang palsu di Jawa Barat, berawal dari informasi dari seorang warga.

Informasi itu menyebut adanya peredaran uang palsu dengan pecahan Rp 100 ribu di daerah Karawang. Lalu tim langsung melakukan penyelidikan dengan menyamar sebagai calon pembeli, untuk bisa menangkap pelaku.

Menurut hasil penyelidikan, diketahui tersangka AY dan AS merupakan pengedar. Mereka juga berperan untuk mencari orang-orang yang bisa diajak berbisnis uang palsu.

Baca Juga : Pembuat Uang Palsu di Jabar Dibekuk, 2.700 Lembar Uang Rp 100 Ribu Disita

“Kali ini mereka salah sasaran, karena yang mereka ajak adalah penyidik. Akhirnya membuat kita melakukan penegakan hukum,” ujar Agung kepada wartawan di Gedung KKP Bareskrim Polri, Kamis (7/12/2017).

Kemudian penyidik berhasil meringkus tersangka AY di halaman RS Madya Karawang. Polisi menyita barang bukti berupa 500 lembar uang palsu dalam pecahan Rp 100 ribu, pada 3 Desember 2017, sekitar pukul 23.37 WIB.

Dari hasil interogasi terhadap tersangka AY, diketahui dia mendapatkan uang itu dari tersangka CM dan TT melalui tersangka AS.

Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka TT dan BH. Mereka berperan sebagai pembuat uang palsu.

“Saudara TT dan saudara BH ini mempunyai peran sebagai pembuat, merekalah yang kita lakukan penggerebekan di rumahnya di subang dan di Tambun Bekasi, tempat dimana Mereka mencetak uang-uang ini,” ungkap Agung.

Setelah itu, petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka CM yang berperan sebagai pemodal. Berikutnya tersangka AS yang melakukan pengedaran.

“Kami berkoordinasi dengan Bank Indonesia, untuk menelisik uang emisi baru yang dipalsukan ini. Nomor seri yang kita cek pada sistem kita, ternyata uang ini belum pernah diedarkan,” pungkasnya.

Editor : Danang

BAGIKAN