Inneke Koesherawati dan Fahmi Darmansyah (FOTO: Ist)

@Rayapos | Jakarta – Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan Inneke Koesherawati terlibat dalam kasus suap yang dilakukan suaminya Fahmi Darmawansyah kepara Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein. Kata Agus, Inneke diduga terlibat dalam pemesanan mobil untuk Wahid.

Sosok Inneke Koesherawati pasti tak asing di telinga Anda. Ia adalah seorang aktris sohor yang populer sejak 1990-an. Sebenarnya bagaimana awal hubungan rumah tangga Inneke dan Fahmi Darmawansyah?

Inneke Koesherawati mulai membina rumah tangga dengan Fahmi Darmawansyah sejak 2004. Sebelum meminang Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah berstatus duda.

Ia sempat menikah dengan aktris terkenal, Yana Zein, pada 1993. Namun, rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.

Baca juga:

Angka Kemiskinan DKI 2018 Menurun, PDIP: Buah Kerja Ahok-Djarot

Pejabat Bank Dunia Tenggelam di Pantai Seminyak

Pada 1 Juni 2017, Yana Zein dinyatakan meninggal karena sakit kanker payudara stadium empat.

Melansir dari Grid.ID, sehari sebelum mantan istrinya meninggal, Fahmi Darmawansyah justru dijebloskan ke Lapas Sukamiskin.Ia harus mendekam di penjara karena telah menyuap pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Mengutip dari Kompas.com, kasus suap ini terkait pengadaan monitoring satelit di Bakamla. Kala itu, Fahmi Darmawansyah adalah direktur PT Melati Technofo Indonesia, sekaligus PT Merial Esa.

Selain menapaki jejak sebagai seorang pebisnis, Fahmi Darmawansyah pun seorang dokter. Ia disebut lulusan Fakultas Kedokteran, sekaligus magister Manajemen Universitas Indonesia.

Ia terlahir dari keluarga berada dan terpandang. Fahmi Darmawansyah termasuk anggota keluarga Saidah. Keluarga Saidah merupakan keluarga terpandang atas kepemilikan Menara Saidah.

Menara Saidah ini pun satu di antaranya dikelola PT Merial Esa, yang merupakan bagian dari Merial Group. Di gedung ini pula, Fahmi Darmawansyah melangsungkan pernikahan dengan Inneke Koesherawati.

Kini muncul perkara dugaan suapFahmi kepada Kalapas Sukamiskin Wahid Husein. Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menduga Fahmi memberikan satu unit mobil kepada Wahid sebagai suap untuk mendapatkan fasilitas kamar dan izin bagi Fahmi sebagai tahanan lapas.

Fasilitas itu terungkap saat KPK menggeledah kamar Fahmi. Berdasarkan rekaman penyidik KPK, terlihat kamar Fahmi dilengkapi dengan penyejuk udara, televisi, lemari es, dan wastafel.