Jasmin, pelaku pemerkosa dan pembunuh bocah SNH. Foto: Ist

@Rayapos | Makassar – Tersangka pembunuhan, Jasmin (25) mengecoh korban SNH (6) dan kakaknya BF (9). Triknya, ban motor kempes. Tujuannya memperkosa SNH, kemudian dibunuh.

Seperti diberitakan Rayapos, Jasmin membunuh SNH secara sadis. Ada 11 tikaman senjata tajam di leher dan dada SNH.

Sebelum dibunuh, SNH akan diperkosa, tapi menganis keras. Jasmin panik lalu membunuhnya. Ini hasil penyidikan polisi. Kini Jasmin ditahan di Mapolres Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Itu terjadi di kebun sawit di Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Selasa (30/10/2018).

Korban SNH, siswi kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI), Darul Ulum di Desa Parumpanai, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Pelaku Jasmin adalah tetangga korban. Berpura-pura menjemput korban, saat pulang sekolah. Lantas memperkosanya di kebun sawit.

Terkait: 

Bocah Diperkosa, Leher Dicacah 11 Tikaman di Luwu Timur

Korban Perkosa di Luwu, Bocah Cantik Boneka Barbie

Kapolsek Wasuponda, Iptu Agusman, menjelaskan, berdasarkan hasil interogasi terhadap tersangka, modus pembunuhan ini demikian.

Pada Selasa (30/10/2018) SNH seperti biasa, sekolah di MI Darul Ulum di desanya. Kakak SNH, inisial BF (9) juga sekolah di situ, kelas 3.

Sekitar pukul 12.00 Wita sekolah bubar. SNH dan BF pulang bersama, berjalan kaki.

Pukul 12.10 BF tiba di rumah, dibonceng motor Jasmin yang juga tetangganya. Tiba di rumah, BF langsung main, sedangkan adiknya SNH tidak kelihatan.

“Tersangka awalnya membonceng SNH dan kakaknya BF. Setelah itu tersangka melakukan trik,” jelas Iptu Agusman.

Dijelaskan, saat pulang sekolah SNH dan BF sama-sama jalan kaki. Di tengah jalan muncul Jasmin naik motor. Jasmin menawarkan, membonceng kedua bocah itu untuk diantar pulang.

Jasmin adalah tetangga SNH dan BF. Karena itu anak-anak ini mau dibonceng, diantarkan pulang.

Saat di tengah jalan, Jasmin menghentikan motornya. Lalu pura-pura memeriksa ban. Dia katakan, ban kempes. Maka, salah satu harus turun. Dia perintahkan BF yang turun.

Jasmin memrintahkan BF menunggu di titik itu, sementara Jasmin mengantar SNH pulang.

Kini Jasmin hanya berdua dengan SNH. Ternyata SNH diturunkan juga di kebun sawit. Alasannya tetap sama: Ban motor kempes. SNH diminta menunggu di kebun itu.

Jasmin balik lagi ke lokasi BF. Lalu membonceng BF, mengantarkan sampai ke rumah.

“Tapi, jalan yang ditempuh tersangka, berbeda dengan jalur tempat SNH berada,” tutur Agusman.

Jasmin mengantarkan BF sampai tiba di rumah. Setelah itu, dia balik lagi mendatangi lokasi SNH di kebun sawit.

“Saat itulah tersangka berusaha memperkosa korban. Tapi, saat diperkosa, korban menangis keras,” kata Agusman.

Itu membuat Jasmin panik. Dia takut ketahuan penduduk desa. Juga khawatir SNH menceritakan kejadian tersebut. “Maka, tersangka membunuh korban,” jelasnya.

Baca Juga:

#JanganSuriahkanIndonesia Tegas Juru Damai Suriah

OMG… Winter is Coming, Setelah Dipakai Jokowi, Kini Donald Trump

Akun Twitter Milik Habib Rizieq Disuspend Twitter

Pelaku Gairah Seks Tinggi

Diduga, Jasmin berperilaku seks menyimpang. Dia penyuka anak-anak perempuan. Warga desanya mengetahui hal itu.

Seorang warga setempat yang keberatan disebut identitasnya, mengatakan, JN memang dikenal sering menggoda cewek-cewek SMP.

“Biasa memanggil anak-anak SMP saat pulang sekolah, bahkan dia dekati untuk mengajak pulang naik motornya, tetapi mereka tidak mau,” katanya.

“Pernah juga Jasmin menarik baju ibu-ibu yang terlihat seksi. Sampai dia dimaki-maki. Mungkin dia ada kelainan,” ujarnya.

Kasat Reskrim polres Luwu Timur Iptu Akbar Andi Malloroang mengatakan, motif pelaku membunuh, karena tak ingin perbuatannya (memperkosa korban) diketahui orang lain.

“Pada saat kejadian pelaku mencoba melakukan persetubuhan, hingga korban menangis sekuatnya. Pelaku tak ingin perbuatannya dilaporkan oleh korban atau diketahui oleh orang lain,” ucapnya.

Atas perbuatannya, JN kini mendekam di rumah tahanan Mako Polres Luwu Timur. Pelaku dikenakan adalah pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (*)