Fajar Sigit Santoso (19) digiring polisi

@Rayapos | Boyolali – Gadis bernama Eka Rakhmat Aprilianti Ifada (24), disekap dan diperkosa hingga tak bernyawa oleh Fajar Sigit Santoso (19). Lalu mayatnya dibiarkan tergeletak di ladang milik warga.

Motif pembunuhan ini awalnya karena pelaku masih memiliki tanggungan utang sekitar Rp 350.000 kepada toko tempat korban bekerja. Korban kemudian menagih utang tersebut kepada Fajar.

Baca juga:

31 Pekerja Jembatan Trans Papua Ditembak Mati KKB

Satu Mahasiswi Tewas Tertabrak Mobil Seorang Guru

Peristiwa pembunuhan terjadi pada Sabtu (1/12) malam, di tengah areal ladang penduduk di wilayah Dukuh Banjarsari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Jasad korban ditemukan keesokan harinya di tempat tersebut.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi menjelaskan kronologi pembunuhan tersebut. Dijelaskan, pada Sabtu malam itu tersangka menghubungi korban untuk diajak jalan-jalan.

Kemudian dengan naik sepeda motor matic, tersangka menjemput korban.

“Mereka nongkrong di area Alun-alun kantor Pemkab Boyolali, di mana tersangka sambil mengonsumsi minuman keras,” kata Aries Andhi dalam pers rilis di Mapolres Boyolali, Senin (3/12/2018).

Pada saat itu korban kembali menanyakan sisa utang yang belum dibayarkan oleh pelaku. Karena ditagih itu, pelaku malah tersinggung.

“Dikarekan pembincaraan ini menyinggung perasaan, munculnya niat dari tersangka ini untuk melakukan pembunuhan kepada korban, hanya karena gara-gara memiliki utang sekitar Rp 400 ribu,” jelasnya.

Setelah dari Alun-alun, hingga hampir tengah malam, kemudian pelaki mengajak korban pulang.

Namun saat tersangka mengantarkan korban pulang, mereka tidak melalui jalur yang semestinya. Korban pun curiga dan bertanya ke tersangka.

“Sempat ditanyakan oleh korban, kok lewat sini, jawabnya adalah untuk menghindari razia Kepolisian,” kata Aries Andhi.

Saat melintas di jalan antar desa yang menghubungkan Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo dengan Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk itu, tersangka membelokkan motornya ke jalan gang masuk ke tengah area ladang warga.

Sampai di tengah ladang yang sepi dan gelap itu, tersangka pura-pura menjatuhkan sepeda motornya.

“Setelah posisi jatuh, tersangka membekap korban sampai dengan korban lemas dan seperti orang mengorok karena mungkin asupan oksigennya tertahan,” terangnya.

“Mengetahui korban dalam kondisi lemas, tersangka yang lebih sadis lagi, melakukan pidana asusila kepada korban yang sudah kondisi tidak berdaya,” imbuh dia.

Selanjutnya, tersangka meninggalkan korban di lokasi kejadian dan pulang ke rumahnya di Dukuh Waru, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.

Namun tersangka tidak langsung pulang ke rumah. Sesampainya di kampungnya, dia melihat permainan judi di pos ronda.

Akhirnya kasus pembunuhan itu berhasil diungkap Polres Boyolali dalam waktu cukup cepat. Polisi juga mengungkapkan pelaku sebelum ditangkap sempat menyaksikan polisi menyelidiki lokasi penemuan jasad korban.

Sekitar pukul 14.00 WIB Minggu (2/12), tersangka dibekuk petugas di kamar mayat RSUD Pandan Arang, Boyolali.