Arsitek Lapangan Banteng Yori Antar. Dok pribadi

@Rayapos | Jakarta – Lapangan Banteng kini sudah indah. Ketika diresmikan Gubernur DKI Anies Baswedan, Rabu (25/7/2018) terjadi insiden kecil. Pendukung mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengklaim, itu ide Ahok. Mana yang benar?

Arsitek Lapangan Banteng adalah Gregorius Antar Awal (akrab disapa Yori Antar). Dia mengakui, memang Ahok yang berperan besar dalam pembangunan revitalisasi Lapangan Banteng. “Awalnya memang pak Ahok,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (27/7/2018).

Dijelaskan, dia ditunjuk Gubernur Ahok mengerjakan Lapangan Banteng, ada sejarahnya. Sebelum itu, dia ditugaskan Ahok mengerjakan pembangunan Taman Diponegoro dan revitalisasi kawasan Kalijodo.

Tentang Lapangan Banteng, dia bercerita: “Sekitar 2016, awalnya saya ditugaskan Dinas Pertamanan untuk merancang pagar mengelilingi lapangan olahraga di kawasan itu (Lapangan Banteng),” katanya.

Pembangunan ini tak menggunakan APBD. Ada Rp 8 miliar berasal dari pihak swasta, hasil dari penerapan kebijakan Koefisien Lantai Bangunan (KLB), yang digunakan untuk membangun pagar mengelilingi lapangan olahraga itu.

“Pak Ahok itu kelebihannya semua program dijalankan tanpa APBD,” ujar Yori.

Inilah video Lapangan Bantang sekarang:

Pikir Yori, merevitalisasi kawasan Lapangan Banteng, bagusnya tak hanya bikin pagar. Maka dia melakukan presentasi ke Dinas Pertamanan DKI Jakarta.

Menanggapi presentasi Yori, Dinas Pertamanan malah kaget dan menyerahkan pengambilan keputusan kepada Ahok.

“Waktu saya presentasi ke Bapak Gubernur Basuki, Pak Gubernur malah senang sekali. Dia akan mencarikan dana KLB-nya, karena dia tidak mau pakai APBD,” kata Yori.

Singkat cerita, didapatlah dana tambahan Rp 140 miliar dari satu perusahaan lewat mekanisme denda KLB. Perusahaan itu hendak menaikkan tinggi bangunannya, maka dia harus membayar sejumlah uang kepada Pemprov DKI.

Baca Juga:

Jaring Sobek Serta Masih Bau, Anies Berjuang Keras Tangani Kali Item

Sadis, Ibu dan Anak Tewas Ditusuk Dadanya oleh Orang Asing (1)

Polisi: Motif Pembunuhan di Penjaringan Karena Dendam (2)

Ada pula satu perusahaan restoran cepat saji yang bersedia menambah fasilitas taman bermain, membuat taman olahraga, merapikan rumput, serta melakukan penghijauan di kawasan Lapangan Banteng itu. Duitnya juga dari denda KLB dari swasta kepada pemerintah.

Akhirnya, program revitalisasi Lapangan Banteng menjadi program utama Gubernur Ahok. Namun pelaksanaan revitalisasi juga harus taat aturan. Yori harus menjalani 13 kali sidang di depan Tim Sidang Pemugaran (TSP) guna memastikan revitalisasi ini tidak merusak sisi historis Lapangan Banteng. Sidang-sidang TSP diakuinya membuat rancangan revitalisasi bertambah sempurna.

Di dalam kawasan ini ada zona olahraga yang menghadap ke arah Gereja Katedral dan Kantor Pos, zona monumen yang ada amphitheater-nya, dan zona hutan kota. Di dalam Lapangan Banteng, ada Monumen Pembebasan Irian Barat. Yori ingin menjenama ulang (rebranding) monumen itu.

Kemudian, masa kampanye Pilgub DKI 2017 tiba. Ahok mengambil cuti dan Sumarsono menjadi pelaksana tugas (Plt) gubernur. Pada era Sumarsono, peletakan batu pertama proyek revitalisasi Lapangan Banteng dilakukan.

“Pak Sumarsono groundbreaking. Namun setelah groundbreaking, proyek tidak bisa langsung dimulai karena harus ada perizinan dan prosedur yang disempurnakan,” kata Yori.

Setelah masa Plt Gubernur Sumarsono, Djarot Saiful Hidayat menjadi Gubernur DKI. Dia mengingat Djarot sebagai orang yang mendorong agar proyek ini segera rampung.

“Pak Djarot-lah yang lobi-lobi supaya Pemda DKI bekerja lebih cepat,” kata Yori.

Barulah pada akhir 2016 dan awal 2017, pembangunan revitalisasi Lapangan Banteng benar-benar dimulai. “Itu sekitar eranya Djarot kemudian masuk era Gubernur Anies Baswedan,” kata Yori sambil mengingat-ingat.

“Di zaman Pak Anies-Sandi, proyek itu berjalan dan kemarin diresmikan Pak Anies,” kata dia.

Peresmian Lapangan Banteng yang telah selesai direvitalisasi dilaksanakan pada Rabu (25/7) lalu. Dia berharap Lapangan Banteng bisa terus terpelihara, ruang terbuka hijau di Jakarta terus ditambah, serta area untuk pejalan kaki semakin baik lagi.

Dalam acara peresmian, Rabu (25/7) lalu, Gubernur Anies menyampaikan apresiasi kepada Yori Antar. Anies menyebut Yori Antar sebagai pihak yang merancang dan menyiapkan grand design revitalisasi Lapangan Banteng dari nol. (*)

BAGIKAN