BEI Denpasar Gandeng Kampus Sertifikasi Pasar Modal

@Rayapos | Denpasar: Bursa Efek Indonesia (BEI) Denpasar berencana menggandeng salah satu kampus di Bali untuk dijadikan proyek percontohan guna memberikan sertifikasi pasar modal bagi lulusan terbaru agar industri pasar modal bisa tumbuh.

“Nantinya lulusan kampus itu langsung mendapat sertifikasi pasar modal yang mungkin mereka bisa bekerja di pasar modal sebagai ‘broker’ atau terkait pasar modal,” kata Kepala BEI Denpasar I Gusti Agung Alit Nityaryana di Denpasar, Kamis(26/1).

Menurut dia, sertifikat itu setara dengan wakil perantara pedagang efek, namun pihaknya hingga kini masih menyusun konsep tersebut sembari memilih perguruan tinggi yang akan ditunjuk untuk diajak kerja sama.

“Kami akan cek materi perkuliahannya di salah satu kampus, ada yang sama atau tidak dengan materi ujian sertifikasi,” ucapnya.

Dengan kerja sama itu maka diharapkan distribusi pialang saham akan lebih banyak sehingga ditargetkan mampu menarik lebih banyak investor.

Keberadaan mereka juga diharapkan dapat memberikan sosialisasi yang benar kepada masyarakat terkait investasi pasar modal serta mengurangi angka pengangguran intelektual.

Saat ini, BEI Denpasar telah menjalin kerja sama dengan tujuh kampus di Bali, diantaranya STIKOM Bali, Undiksha Singaraja, Undiknas dan Universitas Warmadewa.

Di beberapa kampus itu BEI mendirikan galeri investasi yang menyerupai laboratorium pasar modal sehingga mereka dapat belajar investasi dan aktivitas pasar modal.

BEI, lanjut dia, juga memberikan edukasi kepada mahasiswa dan para dosen.

Terkait pertumbuhan investor di Bali, Alit mengungkapkan selama tahun 2016 jumlahnya signifkan baik jumlah rekening maupun investor.

Pertumbuhan jumlah rekening efek di Bali selama tahun 2015/2016 mencapai 2.507 rekening dengan total jumlah rekening tahun 2016 mencapai 10.138 SRE (sub-rekening efek).

Sementara itu, jumlah investor baru juga tumbuh 2.015 orang tahun 2015/2016 dengan total jumlah investor tahun 2016 mencapai 8.078 orang.

Alit menyebutkan selain gencarnya sosialisasi, masyarakat Bali dari berbagai kalangan sudah mulai paham dengan pasar modal sebagai salah satu sumber alternatif pendapatan.[ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY