Benarkah Gadget Membantu Anak Lebih Siap Sekolah?

@Rayapos.com | Jakarta : Penggunaan gawai atau gadget di kalangan anak –anak termasuk usia balita sudah  semakin jamak di jaman sekarang.

Sebagian orangtua kawatir dengan perkembangan sang anak  karena bisa saja  sang anak kecanduan dan tak lagi  bisa dipisahkan dari perangkat pintar itu.

Sebaliknya, peneliti Australia justru menganjurkan kepada para orangtua untuk mengurangi  kekawatiran mereka  terutama dalam hal jumlah jam yang dihabiskan anak-anak saat menggunakan perangkat digital tersebut.

Menurut ilmuwan di  Universitas Edith Cowan, Australia Barat, perangkat digital selain membawa dampak buruk, juga mempunyai sisi positif yang bisa memberikan  keuntungan  bagi anak terutama saat mereka mulai menginjak bangku sekolah.

Hasil penelitian yang dipimpin Donnell Holloway menemukan,  “gap aplikasi” melebar di antara anak-anak berdasarkan tingkat akses mereka.

“Ada kecenderungan tren yang berkembang sebagaimanan dikatakan  oleh  para guru  bahwa beberapa anak yang lebih muda lebih siap bersekolah,” kata Holloway kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC).

“Karena aplikasi yang mereka gunakan di rumah, mereka lebih siap di bidang seperti kemampuan baca tulis, berhitung, dan keterampilan teknis dalam menggunakan iPad dan komputer,” tambahnya.

Menurutnya, tablet dan ponsel pintar telah meningkatkan keaksaraan digital di usia yang lebih muda.

“Sebelum teknologi layar sentuh, anak kecil memiliki masalah besar dalam mengakses komputer. Bahkan kesulitan untuk memainkan mouse dan keyboard.  Sekarang dengan teknologi layar sentuh, semuanya sangat mudah diakses. Jadi, di sinilah orang tua dan anak-anak mulai melakukan pembelajaran awal,” ujar Holloway.

Berdasarkan temuannya itu, Holloway mendesak para orangtua untuk tidak lagi terlalu memberi tekanan terhadap anak-anak terutama dalam hal  waktu menonton mereka.

“Mereka harus rileks dan kehilangan rasa bersalah. Pikirkan saja tentang konten yang diakses anak-anak lebih dari batas waktu tertentu,” katanya.

Tim Holloway menemukan perbedaan sikap di antara orang tua yang mengenalkan gawai layar sentuh di awal pembelajaran kepada anak mereka dengan keluarga yang menolak penggunaan teknologi sama sekali.

Shelley Hill dari Dewan Orangtua Australia bahkan mengritik  panduan resmi  penggunaan gadget yang sebaiknya  tidak diberikan pada bayi yang baru lahir hingga usia dua tahun. Sementara penggunaan gadget kurang dari satu jam untuk anak usia dua hingga lima tahun di bawah pengawasan.

“Mereka sangat ketinggalan zaman dan mereka perlu ditinjau ulang. Namun secara umum, kami menyarankan orang tua untuk sangat jelas dan memperhatikan apa yang anak mereka lakukan,” kata Hill.

Comments

comments