Benarkah Kelamaan Nonton TV Akibatkan Penggumpalan Darah?

@Rayapos.com | Jakarta : Menonton acara televisi menjadi kegiatan rutin yang sering dilakukan banyak orang. Banyak diantaranya bahkan mengaku menikmati saat-saat berada di depan TV dan melumat habis program acara kesayangannya.

Sebuah penelitian menyebutkan, orang Indonesia rata-rata menghabiskan 4,5 jam waktunya untuk menonton televisi.

Apa pengaruhnya untuk kesehatan?

Menurut penelitian yang dilakukan di Universitas di Burlington, Amerika Serikat, orang yang mempunyai kebiasaan berlama-lama duduk di depan TV punya risiko lebih tinggi mengalami penggumpalan darah. Penggumpalan darah dapat terjadi pada kaki, tangan, pinggul, dan paru-paru.

Keadaan ini disebut dengan venous thromboembolism atau VTE. Potensi VTE lebih tinggi pada mereka yang kurang bergerak atau minim aktivitas fisik.

“Menonton TV bukan kebiasaan buruk. Tapi kita cenderung mengunyah cemilan dan makanan ringan selama menatap layar TV,” kata Mary Cushman selaku profesor di University of Vermont di Burlington.

Dikutip dari laman The Indian Express, penelitian ini melibatkan 15.158 reponden dengan rentang usia antara 45 sampai 64 tahun. Mereka yang menonton TV ‘sangat sering’ punya risiko 1,7 kali lebih besar mengalami penggumpalan darah jika dibandingkan mereka yang ‘jarang atau tidak pernah’ menonton TV.

Sedangkan orang dengan frekuensi ‘sangat sering’ menyaksikan TV berisiko 1,8 kali lebih besar dibanding yang ‘jarang atau tidak pernah’ menonton TV.

Hasil studi ini telah dipresentasikan di The American Heart Association’s Scientific Sessions 2017 di California.

“Mulai sekarang berpikirlah untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang membuat hidup lebih sehat. Anda bisa melakukan treadmill atau bersepeda sambil menonton TV,” imbuh Cushman.

Studi sebelumnya menyebutkan kebiasaan berdiam diri saat menonton TV terlalu lama berkorelasi dengan penyakit jantung. Meskipun VTE mayoritas terjadi pada orang yang berusia 60 tahun ke atas, sejatinya penyakit ini mengintai orang dari segala lapisan umur.

Comments

comments