Ilustrasi minuman bersoda di dalam gelas kaca

@Rayapos | Jakarta – Minuman bersoda memang nikmat dikonsumsi di siang hari. Terutama dalam keadaan panas terik yang menyengat.

Sebotol Coca-Cola, Sprite, Fanta, atau Pepsi yang diambil dari kulkas tentunya dapat melepas dahaga. Namun, siapa sangka ternyata ada perbedaan loh, antara minum soda dari gelas kaca daripada gelas plastik atau kaleng. Gak percaya?

Dilansir Reader’s Digest, perusahaan soda mengklaim bahwa resep minuman mereka tidak pernha berubah meskipun kemasannya selalu mengalami update seiring jaman.

Akan tetapi, bahan dari kemasan atau wadah yang digunakan untuk minum soda itulah yang bisa mengubah rasanya. Meski tidak begitu terasa, beberapa orang bisa mendeteksi perbedaan rasa dari minuman tersebut.

Seperti minuman soda yang dikemas dalam botol plastik. Plastik jauh lebih berpori dan bisa ditembus CO2 daripada kaca dan aluminium. Karena itulah, karbon dioksida, atau soda akan bocor keluar dari botol plastik jauh lebih cepat daripada botol kaca atau kaleng.

Minuman bersoda dengan kemasan itu juga rasanya akan menjadi kurang nikmat setelah beberapa minggu diletakkan di dalam kulkas. Meskipun minuman tersebut belum dibuka dari segel botolnya. Sebab, botol plastik juga memiliki kandungan lapisan asetaldehida, yang bisa mentransfer ke dalam rasa minuman sehingga ada ‘rasa plastik’-nya.

Tapi tidak demikina dengan soda dalam botol kaca yang akan tetap segar karena jauh lebih sulit bagi CO2 untuk melewatinya. Rasa minuman soda pun tidak akan hambar dan akan terasa nikmat setelah dibuka meski tersimpan dalam waktu lama.

Satu-satunya kekurangan botol kaca adalah lebih mahal dan isinya akan lebih sedikit. Untuk gantinya, kamu bisa memilih minuman soda dalam kemasan kaleng, yang pori-porinya juga jauh lebih kecil daripada plastik. Kemudian tuangkan saja ke dalam gelas kaca dan sajikan dengan beberapa bongkah es batu. Segar!

BAGIKAN