Ormas FBR bentrok dengan Pemuda Pancasila di Jakarta Selatan

@Rayapos | Jakarta – Bentrokan antara dua ormas Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Betawi Rempug (FBR) kembali terjadi di Jakarta Selatan, Selasa (11/9/2018).

Sekretaris Gardu FBR 176 Jakarta Selatan, Angga menjelaskan, kejadian bermula saat rombongan ormas konvoi usai merayakan Milad ke 17 di Graha Bintaro Regency, Tangerang Selatan.

Tiba-tiba sekitar pukul 17.30 WIB ada sekelompok ormas yang diduga dari Pemuda Pancasila di Jalan Ciledug Raya yang merupakan perbatasan antara Kreo, Ciledug, Tangerang dan Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Baca juga:

Demokrat Main Dua Kaki di Pilpres 2019, Begini Jawaban Gerindra

Gus Miftah Juga Sempat Gelar Pengajian di Tempat Prostitusi

Suami yang Tembak Istri, Ternyata Pengedar Sabu

Penghadangan terjadi di depan rumah makan padang Kreo, Ciledug.

“Awal mulanya pulang milad, kita (rombongan FBR jaksel) dipantekin PP di bates kreo, PP nyerang kita,” kata Angga saat dihubungi Rayapos Selasa (11/9/2018).

Suasana kembali kondusif lantaran ada pengaman dari sejumlah petugas kepolisian hingga rombongan FBR kembali melanjutkan perjalanan hingga memasuki kawasan Jakarta Selatan.

Namun, tepat pukul 18.30 pihaknya mendengar, serangan serupa kembali terjadi di Kawasan Gandaria Jakarta Selatan.

Penyerangan ini diduga dilakukan oleh ormas Pemuda Pancasila yang terletak di Jl. KH Syafie Hamzami Kel. Kebayoran Lama Utara Kec. Kebayoran Lama Jakarta Selatan

Ketua Gardu FBR 176 Jakarta Selatan, Borix memaparkan, berdasarkan keterangan dari anggotanya Wahyudi, penyerangan itu dilakukan sekitar 20 orang tanpa mengunakan atribut dengan mengendarai motor, menyerang Gardu FBR 176 dengan melempar botol dan batu ke dalam gardu.

“Mereka berteriak pancasila, sekitar 10 menit dari serangan tersebut rombongan melarikan diri ke wilayah kebayoran baru,” kata Borix.

Ia pun yakin, penyerangan ini dilakukan oleh ormas Pemuda Pancasila, lantaran ada salah satu penyerang yang dikenali oleh anggota FBR 176 Jakarta Selatan.

“Orang kita kenal kok, ada anggotanya yang namanya Demex,” tutupnya.

Dari kedua titik penyerangan ini Borix mengatakan tidak ada korban jiwa dari anggotanya.

Ia mengaku sudah mendapat intruksi dari Polres Metro Jakarta Selatan dan Koordinator Wilayah FBR Jakarta Selatan untuk tidak melakukan serangan balasan demi menjaga kondusifitas.

“Iya kita udah diminta tadi dari Korwil, untuk jaga kondusifitas,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya bentrokan dua organisasi masyarakat terjadi di Jalan Ciledug Raya, di perbatasan antara Kreo, Ciledug, Tangerang dan Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jaksel sekitar pukul 17.30 WIB. Di situ, massa merusak sejumlah motor.

“Motor yang dirusak itu di depan RM Padang, di Kreo, Ciledug,” kata Kapolsek Pesanggrahan Kompol Maulana Karepesina.

Maulana mengatakan, saat ini pihaknya menjaga di perbatasan Pesanggrahan dengan Ciledug, Tangerang.

“Itu efek dari Ciledug dan memasuki wilayah Petukangan (Batas), sampai saat ini wilayah Pesanggrahan aman terkendali,” ujar Maulana.

Kapolsek Ciledug Kompol Supiyanto membenarkan tawuran terjadi di perbatasan Tangerang dengan Jakarta Selatan. Namun, ia menyebut titik persis bentrok sudah memasuki Kecamatan Pesanggrahan.

“Jadi, setelah lolos dari perbatasan, di Petukangan Utara itu 500 meter dari Ciledug, lempar-lemparan,” kata Supiyanto.

BAGIKAN