Berantas DBD, Pemkot Bitung Canangkan Program “MaMa Perkasa”

Pencanangan program "MaMa Perkasa" oleh Walikota Bitung (Foto:Rayapos.com/EDWIN HUWAE)

@Rayapos | Bitung: Wali Kota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban mencanangkan program gerakan “Maxmiliaan Maurits Peduli Kesehatan Masyarakat (MaMa Perkasa)” di Bitung, Senin (30/12/2017).

Lomban dalam kesempatan ini mengatakan, pencanangan gerakan “MaMa Perkasa” bukan hanya seremonial semata, tetapi menjadi gebrakan Pemkot Bitung untuk mengendalikan penyakit demam berdarah dengan upaya preventif.

“Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), berfokus di lingkungan rumah agar mempermudah akses masyarakat dalam melayani kesehatan yang berkualitas dan merata melalui Puskesmas Bergerak,” jelas Walikota.

Keberhasilan Gerakan MaMa Perkasa akan ditentukan oleh dukungan dan keseriusan semua pihak yang terlibat didalamnya untuk menindaklanjuti termasuk memberdayakan masyarakat agar turut andil dalam gerakan ini.

“Saya menginstruksikan pada jajaran yakni Puskesmas, agar dapat mengoptimalisasi fungsi yang ada termasuk ambulans keliling sebagai salah satu sarana penunjang kelancaran penjabaran tugas dan fungsi pelayanan kesehatan masyarakat,” kata Lomban.

Ia mengatakan, latar belakang pencanangan program MaMa Perkasa yaitu sebagai penjabaran visi dan misi Pemerintah Kota Bitung khususnya pada tiga bidang utama yaitu pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

Dinas Kesehatan bersama Pemerintah Kota Bitung mewujudkan rencana tersebut dalam satu gerakan yang disebut “MaMa Perkasa”.

Sebagai tindak lanjut dari pada gerakan tersebut, maka akan dicanangkan dua kegiatan yaitu Klinik Bergerak atau Mobile Clinic MaMa Perkasa dan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN)-MaMa Perkasa, yang bertujuan mendekatkan sekaligus memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.

“Sehingga masyarakat yang jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan dan pemukiman lainnya mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas sama dengan masyarakat yang tinggal di area perkotaan,” ujarnya.

Ditambahkan Lomban, pencetusan gerakan ini akibat adanya data tingginya angka kematian ibu dan anak, tingginya kasus DBD, keterbatasan sumber daya kesehatan dan kondisi geografis yang berupa pegunungan dan pulau.

“Selain itu, akses ke fasilitas kesehatan yang belum merata, iklim dan lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti serta masih adanya yang tidak berperilaku hidup sehat menjadi tantangan yang ingin dijawab oleh “MaMa Perkasa”,” pungkasnya.

Comments

comments