Foto ini jadi rebutan.

@Rayapos | Jakarta – Foto bapak menggendong anak di bungkus rokok, jadi rebutan. Dadang Mulya (42) warga Desa Pancalang, Kuningan, Jabar, mengakui, itu foto dirinya. Sedangkan, Kemenkes RI menyatakan, foto itu diambil dari Thailand. Siapa yang benar?

Yang jelas, meski Kemenkes RI sudah menyatakan itu, Dadang tetap keukeuh, bahwa itu foto dirinya. Juga dengan anaknya. Yang digendong dalam foto.

Kemenkes RI telah menyatakan, foto pria itu diambil dari situs tobaccolabels.ca. Situs asal Thailand itu membantu mempromosikan kebijakan perlabelan bungkus rokok.

Disebutkan, bahwa foto yang diklaim Dadang sebagai dirinya itu diambil pada 2005.

Beda dengan pengakuan Dadang. Warga Desa Pancalang, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat itu yang menyebut, fotonya diambil pada 2012.

Dadang, ayah dua anak itupun siap membuktikan kepada pemerintah bahwa pria dalam foto tersebut adalah dirinya.

“Saya yakin dan merasa difoto. Bukti-buktinya juga ada,” kata Dadang Mulya kepada wartawan, Jumat (27/7/2018).

Dadang mengaku memiliki bukti yang sangat kuat. Di antaranya, kaus biru yang dikenakannya saat foto itu diambil.

“Foto anak yang saya gendong, di bungkus rokok saat masih kecilnya juga ada. Itu anak kedua saya,” ujar Dadang. Ia pun siap menunjukkan foto masa kecil anak keduanya yang tengah digendongnya itu.

Baca Juga:

Ganjil-Genap Juga Berlaku Untuk Motor? Ini Penjelasan Polda Metro

Sadis, Ibu dan Anak Tewas Ditusuk Dadanya oleh Orang Asing (1)

Polisi: Motif Pembunuhan di Penjaringan Karena Dendam (2)

Pembunuhan Sadis 28 Silam Baru Terungkap

Namun bila melihat situs tobaccolabels.ca, pengakuan Dadang rasanya terpatahkan.

Di situs tersebut terdapat berbagai gambar imbauan bahaya merokok yang dimuat dalam bungkus rokok dari berbagai negara, termasuk Thailand.

Menurut keterangan di laman tersebut, Thailand pertama kali menerapkan peringatan kesehatan bergambar pada Maret 2005.

Mereka memasang enam gambar berbeda. Dipasang pada bungkus rokok. Satu di antaranya adalah gambar pria menggendong anak yang kini diklaim Dadang.

Gambar tersebut sudah beredar di Thailand pada tahun 2005, sedangkan Dadang mengaku baru difoto tahun 2012.

Bahkan gambar dari Thailand tersebut juga memiliki hak cipta, berikut bunyinya:

“Gambar-gambar yang terdapat dalam galeri ini tunduk pada Undang-undang hak cipta Thailand. Setiap duplikasi, reproduksi, atau penggunaan tanpa persetujuan tertulis dari pihak tersebut dilarang. Negara-negara harus dihubungi secara individu untuk penggunaan gambar.” (*)

BAGIKAN