@Rayapos | Banda Aceh – Tim gabungan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Provinsi Aceh bersama Kepolisian menggelar razia syariat Islam. Pada kegiatan ini, puluhan pelanggar terjaring karena berbusana ketat dan mengenakan celana pendek.

Razia syariat Islam tersebut berlangsung di ruas jalan depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (18/7/2018).

Kepala Seksi Pengawasan Pembinaan dan Penyuluhan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah Provinsi Aceh, Syauqas mengatakan bahwa setidaknya terjaring 50 pelanggar karena berpakaian tidak sesuai syariat Islam dalam razia kali ini.

“Dalam razia tadi, terjaring 18 laki-laki karena bercelana pendek dan 32 wanita karena berpakaian ketat. Jadi, totalnya ada 50 pelanggar yang kena razia,” ungkap Syauqas.

Bagi para pelanggar, lanjut dia, akan dicatat identitasnya. Selanjutnya mereka diberi pembinaan, agar tidak lagi bercelana pendek dan berpakaian ketat di tempat umum seperti jalan raya. Setelah itu, mereka diperkenan pergi.

Menurut Syauqas, razia ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Satpol PP dan Wilayatul Hisbah bekerja sama dengan Polda Aceh. Selain itu, agenda ini didukung Kodam Iskandar Muda melalui Pomdam IM.

“Razia merupakan ketentuan Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan syariat Islam bidang aqidah, ibadah, dan syiar Islam. Razia akan terus kami intensifkan,” tuturnya.

Syauqas mengakui, qanun tersebut memiliki kelemahan karena tidak ada hukuman yang membuat efek jera bagi pelanggar. Pelanggar hanya dibina, kemudian dipersilakan pergi.

“Ke depan bagaimana ada aturan yang memberi efek jera kepada pelanggar. Misalnya, ada hukum bagi pelanggar yang beberapa kali terjaring razia, sehingga ada efek jeranya,” tukasnya.

BAGIKAN