Bertemu Raja Phillipe, Presiden Jokowi Sampaikan Beberapa Hal Terkait Kerja Sama Bilateral

@Rayapos | Brussels: Dalam lawatannya ke Belgia, Presiden Jokowi menggelar pertemuan dengan Raja Belgia Phillipe, dimana dalam pertemuan kedua kepala negara tersebut, Presiden Jokowi mengajak Belgia untuk bekerja sama dalam sektor pemberantasan terorisme. Seperti diketahui, Belgia diguncang serangkaian aksi bom bunuh diri, yang menewaskan puluhan orang.

Sejak itu pemerintah Belgia menaikkan status waspada ke level tertinggi.

Mengawali pertemuan, Presiden Jokowi secara khusus menyampaikan rasa dukacita atas hilangnya banyak nyawa ketika serangan teror melanda Belgia.

Dari sektor ekonomi, Presiden Jokowi meyakin bahwa Belgia serius dengan niat investasi yang ditandai dengan kunjungan delegasi besar Belgia, awal Maret, ketika Putri Astrid membawa 300 kalangan pengusaha Belgia ke Indonesia.

Tidak hanya Putri Astrid, Raja Phillipe juga menyambangi Indonesia di awal tahun 2016 dengan membawa serta 150 delegasi bisnis. Bertolak dari hal tersebut, Presiden Jokowi menegaskan bahwa kerjasama Indonesia dan Belgia akan menjadi lebih erat di segala sektor.

Target pemerintah Indonesia untuk menggenjot pembangunan di bidang infrastruktur diyakini akan menyedot sejumlah investor Belgia.

Sementara itu, Raja Phillipe menyatakan apresiasinya terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya dengan sebelas paket kebijakan ekonomi yang sudah diluncurkan. Rencananya, pemerintah akan kembali mengeluarkan paket kebijakan Jilid XII sekembalinya Presiden Jokowi dari lawatannya di Eropa.

Dalam pembicaraan yang berlangsung hangat tersebut, Presiden Jokowi juga meminta Belgia untuk tidak menerapkan kebijakan diksriminatif terkait dengan produk-produk CPO asal Indonesia.

“Saya yakin Belgia tidak akan melakukan langkah diskriminatif tersebut,” kata Presiden Jokowi.
Di akhir pembicaraan, Raja Phillipe juga menyampaikan undangan kepada Presiden Jokowi untuk kembali melakukan kunjungan kenegaraan tahun 2017 nanti.

LEAVE A REPLY