Bhavye Suneja, pilot Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Senin (29/10/2018) pagi. Foto: Facebook

@Rayapos | Jakarta – Kapten Pilot Bhavye Suneja kini jadi perhatian publik Indonesia. Dia penerbang Lion Air JT 610 Jakarta – Pangkal Pinang yang jatuh di Tanjung Karawang, Senin (29/10/2018).

Bhavye Suneja berkebangsaan India. Dia bergabung jadi pilot Lion Air sejak Maret 2011.

CEO Lion Air Group Edward Sirait, mengatakan, Pilot Bhavye Suneja memiliki reputasi baik.

“Dia mengantongi jam terbang 6.000 jam. Tidak pernah ada masalah,” katanya.

Berita tentang Bhavye Suneja juga dimuat di berbagai media massa di India. Semua pemberitaan India menyatakan, Bhavye Suneja, memilik reputasi baik.

Times of India (TOI) memberitakan, Suneja lahir dan dibesarkan di Mayur Vihar, India.

Mayur Vihar masuk wilayah Delhi. Lokasinya di Delhi Timur, dekat perbatasan Noida dengan Delhi. Wilayah ini terletak tepat di seberang Sungai Yamuna.

Dalam bahasa India, ‘mayur’ berarti burung merak. Sedangkan, ‘vihar’ berarti tempat tinggal. Tapi, itu adalah wilayah pemukiman penduduk. Mungkin dulunya banyak burung merak tinggal di situ.

Suneja dulu bersekolah di Ahlcon Public School. Lokasinya di Mayur Vihar. Ini sekolah yang cukup terkenal di India.

Berniat Pulang ke Delhi

Dilansir dari TOI, Suneja berniat pulang ke Delhi. Berencana menetap di sana. “Suneja sudah ditawari bekerja di perusahaan penerbangan India,” tulis TOI.

Dalam waktu dekat ini Suneja sedang mempertimbangkan tawaran tersebut.

TOI mewawancarai seorang pejabat senior di perusahaan penerbangan India. Pejabat perusahaan penerbangan itu tidak disebutkan identitasnya.

Pejabat tersebut kepada TOI, mengatakan:

“Kami berbicara Juli 2018 ini. Dia adalah orang yang terdengar sangat manis,” kata pejabat itu tentang performance Suneja.

Dilanjutkan: “Dia (Suneja) menjadi pilot Boeing 737 yang berpengalaman dengan catatan, tanpa kecelakaan. Kami ingin memilikinya bersama kami karena kredensial baiknya.”

Pejabat itu mengatakan, tampaknya Suneja tertarik dengan tawaran tersebut. Sebab, “Keinginan dia (Suneja) kembali pulang ke Delhi. Sebab dia berasal dari sana,” katanya.

Baca Juga:

7 Kantong Mayat Korban JT-610 Sudah Tiba Di RS Polri

Gagal Menang di Phillip Island, Iannone Salahkan Ban

Terlanjur Cinta Indonesia

TOI juga sudah mengkonfirmasi kepada pejabat itu, bahwa pesawat Lion Air JT 610 yang dipiloti Suneja jatuh ke laut di perairan Karawang, Jawa Barat.

Apa kata pejabat tersebut? “Kami doakan yang terbaik buat Bhavye Suneja dan seluruh awak kabin serta semua penumpang,” tulis TOI.

Jika dihitung, bahwa tawaran maskapai penerbangan India tersebut disampaikan ke Suneja pada Juli 2018, maka sudah cukup lama Suneja tidak segera menerimanya.

Mungkin, karena Suneja sudah lama berada di Indonesia. Dia jadi pilot Lion Air sejak Maret 2011.

Sehingga diperkirakan, dia cukup berat meninggalkan Indonesia, kembali ke kampung halamannya.

Suneja sudah terlanjur cinta Indonesia.

Senin (29/10/2018) Suneja bersama kru Lion dan seluruh penumpang pesawat Lion JT 610 jatuh ke laut. Manajemen Rayapos mendoakan yang terbaik bagi semua yang tewas. (*)

BAGIKAN