FOTO: Galuh Ratnatika

@Rayapos.com | Jakarta – Bank Indonesia (BI) menyatakan, jumlah peredaran uang palsu di Indonesia terus mengalami penurunan tiap tahun.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Suhaedi.

“Jadi pada tahun 2015 misalnya, itu ada 21 lembar uang yang diduga palsu dari 1 juta uang yang beredar. Kemudian 2016 turun menjadi 13 lembar per 1 juta uang yang beredar, dan sampai dengan Oktober tahun 2017 ini hanya 7 yang diduga palsu dari 1 juta uang yang beredar,” ujar Suhaedi, di Gedung KKP Bareskrim Polri, Kamis (7/12/2017).

Pihaknya juga sangat mengapresiasi kerja keras dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri dalam mengungkap jaringan peredaran uang palsu, dan berhasil menangkap sindikat pembuat uang palsu di Jawa Barat.

“Dari apa yang diungkapkan tadi, kita sangat senang karena uang palsu sudah bisa ditemukan, sudah bisa dicegah untuk peredarannya. Jadi belum sempat beredar sudah bisa diungkap sehingga bisa dilakukan tindakan hukum,” tuturnya.

Selain itu, Suhaedi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan terus memperhatikan selalu 3D (dilihat, diraba, diterawang) agar tidak terjebak oleh sindikat pengedar uang palsu.

“Kepada masyarakat diminta untuk tetap tenang, tapi tetap waspada yaitu dengan ingat selalu 3D, dilihat, diraba, dan diterawang. Kalau menemukan uang yg diduga palsu segera laporkan kepada aparat kepolisian terdekat untuk ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Suhaedi juga menegaskan bahwa tidak sulit untuk membedakan antara uang yang palsu dan asli. Pasalnya, kualitas pembuatan uang palsu tersebut jauh dibandingkan dengan yang asli.

BAGIKAN