Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)(ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

@Rayapos | Jakarta – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bicara soal pemilihan presiden (pilpres) 2019 kepada media Singapura, Channel News Asia. AHY menyebut pemimpin Indonesia harus dipilih berdasarkan kapasitas dan integritas.

Dilansir pada Rabu (1/8/2018), putra sulung mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ditanya apakah politik identitas akan kembali marak dalam pilpres 2019.

“Kita harus mencegah upaya-upaya seperti apapun untuk mempolitisasi agama, etnis atau ras. Kita tidak bisa menggunakan isu-isu itu untuk menyerang lawan-lawan politik,” ucap AHY dalam Bahasa Inggris.

“Itu tidak sehat dan itu sangat berbahaya,” sebutnya.

“Jadi, saya akan mendorong setiap politikus untuk tidak menggunakan isu-isu itu, menggunakan naratif agama, khususnya agama atau etnis atau ras, karena itu hanya akan membawa bencana bagi persatuan kita, negara kita. Saya tidak bisa membayangkan dampak disintegritas di negara kita,” ujar AHY.

Baca juga:

Hakim Indonesia Dibodoh-bodohi Dunia

Korban Perkosaan Dihukum, Pengacara Protes

Ditaksir Sejumlah Klub, Chelsea Naikan Gaji Ngolo Kante

Selanjutnya, AHY dimintai pendapat soal seorang warga non-muslim memegang jabatan tinggi secara politik di Indonesia. “Iya, tentu. Tidak ada masalah dengan itu,” jawabnya.

“Sekali lagi, kita harus memilih seseorang yang diproyeksikan menjadi pemimpin di negara ini, baik tingkat nasional atau lokal, eksekutif atau parlemen, dengan didasarkan pada kapasitas, pada integritas. Bukan karena agama, etnis, atau ras,” tandas AHY.

BAGIKAN