Bill dan Melinda Gates saat berkunjung ke Tanzania untuk program berantas malaria (Foto: Bill and Melimnda Foundation)

@Rayapos | Jakarta – Mogul Teknologi, Bill Gates tak hanya dikenal sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaannya yang mencapai Rp.1.243 trilyun rupiah di akhir tahun 2017 itu tak membuatnya terperosok ke dalam gaya hidup yang “wah”. Sebaliknya, ia dan istrinya Melinda Gates dikenal sangat sosial dan dermawan.

Mereka membentuk Yayasan “Bill and Melinda Gates Foundation” untuk menyalurkan aktivitas sosialnya, membagikan berkat yang mereka peroleh untuk kepentingan orang banyak.

Bill Gates bersama keluarganya (Foto: Getty Images)
Bill Gates bersama keluarganya (Foto: Getty Images)

Berita terbaru mengenai kegiatan sosial pendiri Microsoft itu adalah keputusannya yang menggemparkan dunia, yakni melunasi hutang pemerintah Nigeria kepada Jepang.

Untuk proyek ini, Yayasan Bill and Melinda Gates akan mengucurkan dana sebesar 76 juta dolar Amerika atau setara dengan Rp 950 miliar.

Baca juga : Bill Gates Kucurkan 76 Juta USD Untuk Lunasi Utang Nigeria ke Jepang

Sebagai informasi, Nigeria pada tahun 2014 lalu mendapat pinjaman dari Jepang melalui program Overseas Development Assistance (ODA) untuk program pemberantasan polio.

Tak hanya melunasi hutang, Bill Gates juga akan meneruskan program sosial kemanusiaannya secara rutin untuk Nigeria dengan melakukan pencegahan penyakit polio. Rencananya, Bill and Melinda Gates Foundation akan mengucurkan dana sebesar 50 juta dolar AS atau sekitar Rp 625 miliar selama tiga tahun berturut-turut.

Baca juga : Perjuangan Nigeria Melawan Polio

Seperti diketahui, salah satu program prioritas Bill and Melinda Gates Foundation adalah memberantas polio di seluruh dunia. Program pemberantasan polio di Yayasannya itu telah berjalan sejak tahun 2000 lalu.

Bill Gates optimis,  dengan makin menyusutnya angka penderita polio di seluruh dunia, maka virus berbahaya tersebut bisa hilang dari dunia.

“Ketika polio dapat ditumpas, dunia dapat mendedikasikan dana polio yang sudah ada untuk meningkatkan kesehatan anak, dan pelajaran dari polio tentu akan menghasilkan sistem imunisasi yang lebih baik untuk penyakit lainnya,” tulis Gates dalam sebuah surat yang dikutip dari Daily Mail beberapa saat lalu.

Bill Gates berikan Vaksin Polio kepada anak-anak di Nigeria (Foto : Getty Images)
Bill Gates berikan Vaksin Polio kepada anak-anak di Nigeria (Foto : Getty Images)

Sebelumnya, yayasan tersebut telah membebaskan India dari penyakit polio. Padahal India selama ini dikenal sebagai negara dengan tingkat penderita Polio paling banyak. Target selanjutnya setelah Nigeria adalah Pakistan dan Afganistan.

Menurut Dr Jay Wenger dari yayasan Bill & Melinda Gates, penderita polio pada tahun 1988 berjumlah 350 ribu orang lebih dari 125 negara, namun kini kasus polio hanya tersisa 12 kasus yaitu di negara Afghanistan dan Pakistan.

“Kami menemukan kemajuan yang luar biasa, pada tahun 2015 kami menemukan 74 kasus, tahun 2016 kami temukan 37 kasus, dan tahun ini hanya 12, ini sebuah pencapaian baik,” kata Dr. Jay Wenger.

Gates dan timnya pun optimis dalam sisa 2 bulan terakhir, 12 kasus polio di negara Pakistan dan Afghanistan itu dapat teratasi, dan setelah itu mereka membutuhkan 3 tahun setelahnya untuk memastikan virus tersebut benar-benar lenyap dari muka bumi. Sementanra WHO mentargetkan dunia bebas polio pada tahun 2020 mendatang.

“Beberapa orang, terutama belakangan ini, berpikir bahwa dunia semakin buruk. Progres pada polio menjadi pengingat bahwa sesama manusia bisa mencapai sesuatu ketika bahu-membahu,” kata Bill Gates.

Melinda Gates saat blusukan di Kampung Kricak Yogyakarta (Foto : Bill and Melinda Gates Foundation)
Melinda Gates saat blusukan di Kampung Kricak Yogyakarta (Foto : Bill and Melinda Gates Foundation)

Tak hanya fokus pada pemberantasan polio, Bill and Melinda Gates Foundation juga menyasar kepada pemberantasan penyakit lain seperti malaria. Untuk masalah malaria ini, Melinda gates pernah mengunjungi Yogyakarta secara diam-diam. Melalui Yayasan Bill and Melinda Gates, istri milyader ini memang banyak menghabiskan waktunya untuk kegiatan kemanusian.

“Aku sangat bersemangat untuk mengunjungi Laboratorium Eliminate Dengue, di mana peneliti menginfeksi nyamuk dengan bakteri yang luar biasa disebut Wolbachia. Bakteri mencegah virus dengue dari replikasi dalam nyamuk, yang menjamin nyamuk tidak dapat menularkan virus mematikan bagi manusia,” kata Melinda Gates soal kunjungannya ke Yogyakarta bulan Maret tahun 2017 lalu.