@Rayapos | Jakarta – Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) memiliki peran yang sangat besar dalam pembinaan sepakbola usia muda. Meski tergolong baru namun organisasi yang didirikan pada 2014 tersebut telah membuktikan kinerja dan kontribusinya dalam memajukan sepakbola usia muda Indonesia. Karena BLiSPI memiliki program yang rutin dan berkesinambungan serta memiliki akses yang baik dengan Kemenpora dan tokoh-tokoh sepakbola nasional di Jakarta.

Wajar jika semua berharap banyak pada BLiSPI untuk terus konsisten mengelola Liga Sepakbola Pelajar U14 Piala Menpora, memaksimalkan akses yang dimilikinya untuk meningkatkan kualitas pembinaan di daerah sehingga pada akhirnya dapat melahirkan talenta-talenta muda yang bisa diandalkan memperkuat timnas PSSI dan Timnas Pelajar U15 bentukan Kemenpora dan BLiSPI.

Demikian disampaikan Ketua Umum BLiSPI Jawa Timur, Haris Thofly dalam sambutannya usai dikukuhkan bersama jajaran kepemgurusan BLiSPI Jatim masa bakti 2018-2022 di Kota Malang, Sabtu (9/2).

Dalam menjalankan tugasnya sampai empat tahun ke depan, Haris yang sehari-hari berprofesi sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Malang ini dibantu oleh Sekretaris Umum Ryan Agusniza Sudirman dan sejumlah pengurus lainnya.

Menariknya, prosesi pengukuhan Haris Thofly sebagai Ketua Umum BLiSPI Jawa Timur yang juga Ketua Askot PSSI Malang bersama jajarannya dilakukan di atas ‘kapal’.

Tetapi kapal yang dimaksud bukanlah kapal sungguhan melainkan sebuah hotel di kawasan wisata Sengkeling di Kota Malang bernama Kapal Hotel Garden yang bangunannya menyerupai bentuk kapal laut.

Acara pengukuhan berlangsung sederhana dan khidmat. Turut hadir mantan pelatih kiper timnas U19, Jarot Supriadi yang mewakili pendiri BLiSPI Pusat, Ketua KONI Kota Malang, Edy Wahyono dan 15 Koordinator Daerah BLiSPI Jatim.

Perbanyak Event

Haris sadar betul, tanpa diimbangi dengan penyelenggaraan kejuaraan atau kompetisi pembinaan sepak bola usia dini dan usia muda tidak akan menghasilkan pemain berkualitas sebagaimana yang diharapkan. Untuk itu, Haris mengajak BLiSPI Pusat dan kepengurusan BLiSPI di seluruh Indonesia untuk memperbanyak event/kejuaraan sepak bola usia muda.

“Sebagaimana yang saya baca dalam buku panduan pembinaan usia dini dan usia muda yang dibuat oleh FIFA. Untuk mengasah kemampuan pemain harus lewat event. Dalam satu tahun, anak-anak harus bermain dalam pertandingan resmi minimal 20 kali. Pertandingan resmi yang ada wasit, penonton dan memakai jersey yang berbeda. Anak-anak harus merasakan atmosfir kejuaraan. Kemampuan teknik dan mental mereka akan tertempa,” papar Haris.

“Kalau hanya berlatih dan sparring di SSB. Para pemain binaan kita tidak akan menjadi pemain handal. Tetapi kalau BLiSPI intens menggelar event dan kejuaraan. Hasil kerja BLiSPI akan terasa dalam pembinaan sepakbola nasional,” tambahnya.

“BLiSPI hendaknya tidak hanya menjadi Event Organizer Liga Sepakbola Pelajar Piala Menpora. Tetapi BLiSPI juga harus menjadi inisiator event. Jangan takut karena kendala anggaran. Percayalah, kalau kita sudah dikenal anggaran akan datang dengan sendirinya,” tandasnya.

Optimis

Haris Thofly optimistis kepengurusannya akan dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas pembinaan sepak bola usia dini dan usia muda di Jawa Timur.

“Secara pribadi saya bahagia dan bangga mendapat kepercayaan dan mandat sebagai Ketua Umum BLiSPI Jatim. Namun kebahagiaan dan kebanggaan ini harus diimbangi kerja keras dan tanggungjawab dalam melaksanakan tugas pembinaan sepakbola usia muda,” kata Haris Thofly dalam sambutannya.

“Jawa Timur wilayahnya luas. SSB-nya banyak. Tentu ini menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah. Harus diimbangi dengan kerja keras,” imbuhnya.

Haris mengakui tugas yang diembannya tidaklah mudah, namun dia sedikitpun tidak ragu karena didukung jajaran pengurus yang sangat berpengalaman dan tangguh dalam membina sepak bola usia muda.

“Jawa Timur sangat luas wilayahnya. Mulai dari ujung barat sampai Banyuwangi. SSB banyak. Tentu ini tugas yang tidak mudah. Namun saya beruntung didukung oleh pengurus yang tangguh dan berpengalaman. Saya sudah mengenal mereka sejak 2004, jadi sudah cukup lama. Orang-orang yang sudah tahan banting dalam mengelola dan menyelenggarakan event bola,” tutur Haris.

“Kami akan berangkat dengan optimisme. Siap mengemban tugas melaksanakan pembinaan usia dini dan usia muda di Jatim sebagaimana yang tertuang dalam SK yang dibacakan Sekjen Blispi Pusat saat pengukuhan,” tambahnya.

Siap Berkorban

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum BLiSPI Pusat, Subagja Suihan menegaskan seluruh jajaran pengurus baik di pusat dan di daerah harus komit dan siap berkorban untuk memajukan pembinaan sepakbola usia dini dan usia muda di Indonesia.

“Jadi pengurus BLiSPI harus siap berkorban. Mulai dari berkorban pikiran, waktu, uang sampai berkorban perasaan. Kenapa siap berkorban perasaan? Karena meskipun kita sudah bekerja total membina anak-anak, masih ada saja pihak yang menjelek-jelekan bahkan menuduh kita. Tetapi kita tidak boleh patah semangat. Justru kita harus semakin termotivasi untuk membuktikan bahwa kita bekerja sungguh-sungguh demi kemajuan sepakbola usia dini dan usia muda Indonesia agar berjaya,” yang sehari sebelumnya kembali mendapat penghargaan Golden Award SIWO PWI Pusat 2019 sebagai Pembina Terbaik kategori Penggerak Sepakbola Usia Muda di Gedung Grahadi Surabaya, Jawa Timur. Ini kali kedua Subagja mendapat penghargaan dari SIWO PWI Pusat, sebelumnya pada 2017 dia juga mendapat penghargaan serupa.

“Harapan saya, BLiSPI Jatim dapat melahirkan Evan Dimas-evan dimas baru,” imbuhnya.

Mantan pelatih kiper timnas U19, Jarot Supriadi yang hadir mewakili pendiri BLiSPI, Teguh Raharjo mengatakan dengan adanya BLiSPI pembinaan sepakbola usia dini dan usia muda di Jatim akan lebih terkordinir.

Pada kesempatan yang sama, Ketua KONI Kota Malang, Edy Wahono menyambut baik dan mengucapkan selamat kepada kepengurusan BLiSPI Jatim yang telah dikukuhkan oleh BLiSPI Pusat.

“Dari pemaparan yang disampaikan Pak Subagja, BLiSPI memiliki program yang sangat banyak. Berat banget. Namun dengan kerjasama dan kerja keras semua pengurus saya yakin tugas mulia tersebut bisa terlaksana,” kata Edy.

“Pada Juli mendatang di Jatim akan digelar Pekan Olahraga Provinsi. Pak Haris selaku Ketua Askot PSSI Malang harus bisa meraih emas di cabang sepakbola. Saya tahu ini bukan target yang ringan. Namun saya yakin Malang bisa juara. Sekali lagi saya mengapresiasi terbentuknya kepengurusan BLiSPI Jatim. Selamat bertugas,” pungkasnya.

BAGIKAN