@Rayapos | Jakarta – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebut daerah terparah terdampak gempa di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram.

“Sebanyak 82 orang meninggal dalam musibah ini. Sebagian korban meninggal akibat tertimpa bangunan yang roboh. Selain itu ada ratusan korban yang luka-luka dan kebanyakan dirawat di luar Puskesmas dan luar rumah sakit,” ungkap Sutopo.

Lebih lanjut ia menambahkan, ribuan rumah juga mengalami kerusakan dan ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman akibat gempa berkekuatan 7 SR tersebut. Diperkirakan korban terus bertambah dan jumlah kerusakan bangunan masih dilakukan pendataan.

Hingga Minggu malam pukul 22.00 WIB, setidaknya terjadi 47 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil. BMKG menyatakan bahwa gempa 7 SR tadi adalah gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya.

“Artinya, kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar,” ujar Sutopo.

Kepala BNPB Willem Rampangilei bersama jajaran BNPB telah tiba di Lombok Utara. Tambahan bantuan logistik dan peralatan pun akan segera dikirimkan, sedangkan dua helikopter untuk mendukung penanganan darurat dikirimkan.

Adapun kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, air bersih, permakanan, selimut, tikar, tenda, makanan siap saji, layanan trauma healing dan kebutuhan dasar lainnya.

Kegiatan belajar mengajar di sekolah di wilayah Lombok Utara, Lombok Timur, dan Mataram akan diliburkan. Karena dikhawatirkan bangunan sekolah bisa membahayakan siswa.