Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (kiri) memegang serpihan bom panci Kampung Melayu Jakarta, Mei 2017.

@Rayapos | Indramayu – Pengebom di Indramayu ternyata anggota JAD (Jamaah Ansharut Daulah). Itu berarti terkait penyerangan polisi di Markas Brimob Depok dan pengeboman gereja-gereja di Surabaya.

Dua pelaku pengebom Mapolres Indramayu, adalah pasangan suami-isteri GI dan NH. Mereka ditembak polisi, dan kini dirawat di RS Bhayangkara Indramayu.

Pengeboman Mapolres Indramayu terjadi Minggu (15/7/2018) pukul 02.35. Beberapa jam sebelum penyerangan tersebut, pada Sabtu malam, Densus 88 Anti Teror menangkap empat orang terduga teroris di wilayah Indramayu.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan aksi penyerangan bom panci dengan penangkapan empat terduga teroris tersebut merupakan satu rangkaian. Berkaitan.

Semua pelaku yang ditangkap Densus 88 anti teror tersebut, diakui Agung, merupakan jaringan dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Semuanya satu rangkaian. Berkaitan juga dengan bom di Jawa Timur (Surabaya), penyerangan di tahanan Kelapa Dua (Mako Brimob). Semuanya jaringan JAD,” kata Agung saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Jawa Barat, Minggu (15/7/2018).

Baca Juga:

Tentang penyerangan Mapolres Indramayu, dikatakan Agung, pihaknya masih mendalami motifnya. Total pelaku yang telah diamankan oleh tim Densus 88 anti teror sebanyak tujuh orang, termasuk pasutri yang menyerang Mapolres Indramayu, Gl dan NH, serta M yang merupakan paman dari Gl.

Identitas keempat pelaku lainnya yakni AS alias T (44), anak AS yaitu IIB (16) serta dua orang lain yaitu K alias R (31) dan MU alias A (39).

AS dan anaknya ditangkap di Jalan Jenderal Sudirman, Indramayu. Sementara dua orang lain K ditangkap di Kecamatan Haurgeulis dan MU ditangkap di Kecamatan Kadanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. (*)

BAGIKAN