Kantor Uber di China. (FOTO: forbes.com)

@Rayapos | Jakarta – Perusahaan internet Uber mulai menerima bahwa tak semua pasar bisa ditaklukkan. Sejak di bawah kepemimpinan CEO Dara Khosrowshahi, fokus Uber memang lebih mengarah ke peningkatan profit dan stabilitas perusahaan.

Uber pun melancarkan beberapa strategi, salah satunya bermitra dengan pesaing lokal yang kuat di beberapa negara. Misalnya menjual bisnis mayoritasnya ke Didi Chuxing di China dan Yandex di Rusia. Terakhir Uber menjual ke Grab di Asia Tenggara.

Pasalnya, laporan terakhir menyebut kerugian Uber melonjak 61 persen sepanjang 2017 menjadi 4,5 miliar dollar AS atau setara Rp 60 triliun.

uber-out

 

BAGIKAN