FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA

@Rayapos | Jakarta – Aksi bela tauhid yang digelar ormas Islam di depan kantor Menko Polhukam, Jumat (26/10) dihadiri berbagai kalangan. Bahkan siswa SMA beserta gurunya turut hadir.

Ahmad Sugianto, guru Yapis Al Usmaniah Di Tanjung Priuk memang sengaja datang untuk menjadi peserta aksi atas dasar intruksi kelembagaan.

Apalagi diakuinya, lembaga pendidikan tempatnya mengajar sudah memiliki satu platform yang harus melibatkan siswa-siswi saat ada sesuatu persoalan yang berbenturan dengan aqidah dan syariat Islam.

Baca juga:

Ternyata Jokowi Hobi Belanja, Nih Barang yang Sering Dibeli

Nusron Wahid Cerita Dirinya Diusir dan Ditantang Bakar Bendera

Terkait aksi bela Tauhid menurutnya merupakan pengejawantahan daripada nilai-nilai tauhid. Sehingga pihaknya rela membawa siswa-siwi sekolah untuk mengikuti aksi Bela Tauhid meskipun harus kepanasan disengat terik matahari.

“Karena itu apapun yang kita rasakan tidak apa-apa tatkala kita membela kalimat tauhid. Karena kalimat tauhid bagi umat Islam, simbol secara dasar. Ini menjadi taruhan bagi seorang muslim bahwa dia adalah muslim,” jelas Sugianto.

Lanjut pria yang disapa Ustadz Sugi ini menerangkan, pihaknya tidak memandang dan tidak mengenal ormas apapun, termasuk HTI yang disebut memanfaatkan kalimat tauhid dalam bendera ormasnya.

Namun pihaknya tergerak karena dalam kenyataan yang ada didalam kain tersebut ada lafaz La Ilaha Illallah.

“Kita tidak ada urusan dengan ormas apapun, kenyataannya di dalam kain itu bertuliskan laa ilaha illah. Kita memang atas kelembagaan, sudah punya platform untuk bersama melakukan aksi saat nilai-nilai syariat dan aqidah terganggu,” katanya.

Selain itu dia juga menyebut aksi Bela Tauhid sebagai sarana edukasi anak-anak dalam menyampaikan nilai-nilai Tauhid.

“Iya edukasi buat anak anak, ini merupakan cerminan ajaran, nilai-nilai pelajaran yang diajarkan para guru,” pungkasnya.

Sebelumnya dikabarkan ratusan masa lintas ormas Islam yang tergabung dalam Aksi Bela Tauhid menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Menko Polkuham jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018).

Tepat pukul 16.45 Wib, aksi ini selesai dengan tertib, massa aksi mulai membubarkan diri secara berkelompok mengakhiri aksi Bela Tauhid.

Tidak ada insiden dalam aksi kali ini, namun lalu lintas dari Medan Merdeka Selatan hingga Medan Merdeka Barat semoat lumouh karena dipenuhi massa. Selain itu ratusan pedagang kaki lima (5) juga berjejer ditengah kerumunan peserta unjuk rasa.