FOTO: Ilustrasi

@Rayapos | Kuta – Wanita cantik berkebangsaan Inggris berinisial ME (18) menjadi korban perkosaan Oktovianus Tabesi (31). Turis itu diperkosa saat berwisata di Pantai Nelayan, Kuta Selatan, Bali.

Peristiwa pemerkosaan itu terjadi pada Minggu (7/10) pukul 04.00 Wita di Pantai Nelayan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

“Awalnya korban berjalan sendiri di pantai sambil menggunakan headset di telinga, tiba-tiba datang pelaku dari belakang membekap mulut korban dan dijatuhkan ke tanah oleh pelaku,” kata Dirkrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan kepada wartawan, Selasa (9/10/2018).

Baca juga:

Dijual Bayi di Instagram Rp 22,5 Juta Nego

Jokowi Ucap Alfatekah Dikritik Penonton, Ini Videonya

“Kemudian korban dicekik di bagian leher dan di bawa ke dalam sebuah warung yang kosong (sudah tutup), dan ditaruh di atas meja,” tambahnya.

Andi mengatakan korban sempat melawan pelaku, namun dipukul.

“Saat itu korban melawan tapi dipukul oleh pelaku menggunakan kursi kayu mengenai paha korban sebelah kanan dan mengalami memar, dan pelaku sempat menyetubuhi sebanyak delapan kali,” kata Andi.

Setelah puas menyetubuhi, korban masih berupaya melawan dengan berteriak keras. Akhirnya si pelaku pun kabur.

“Korban kemudian berteriak dan pelaku melarikan diri,” terangnya.

Hanya jeda satu hari, anggota Reskrim Polres Badung menerima laporan pemerkosaan di TKP.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan. Lalu pada Senin (8/10) pukul 13.45 Wita, terendus keberadaan pelaku.

Selanjutnya tim gabungan langsung menangkap pelaku di Jalan Bidadari, Seminyak, Kuta Utara.

Karena melawan saat ditangkap, polisi terpaksa menembak kaki pelaku.

Kepada polisi, pria asal Nusa Tenggara Timur itu mengaku memperkosa korban. Selain itu diamankan barang bukti sepeda motor, celana milik pelaku yang tertinggal di TKP, celana dalam dan baju kaos milik pelaku.

Baca juga:

Setelah Perkosa Bule Cantik di Bali, Pelaku Kabur Tanpa Celana

Kasatreskrim Polres Badung AKP Made Pramasetia saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengungkapan kasus ini.

“Ya, kaki pelaku ditembak karena melakukan perlawanan,” tegasnya.