Bulog Dumai Serap 240 Ton Beras Petani

Perum Badan Urusan Logistik Sub Divre Kota Dumai, Riau, telah merealisasikan serapan beras produksi petani lokal di Kabupaten Rokan Hilir Riau sebanyak 240 ton selama tahun 2016 lalu. (Foto: Istimewa)

@Rayapos | Dumai: Perum Badan Urusan Logistik Sub Divre Kota Dumai, Riau, telah merealisasikan serapan beras produksi petani lokal di Kabupaten Rokan Hilir Riau sebanyak 240 ton selama tahun 2016 lalu.

Kepala Perum Bulog Dumai A Faizal Ashari Rambe mengatakan kegiatan penyerapan beras pertanian sawah hanya dapat dilakukan di daerah Rohil karena Dumai bukan sentra produksi padi.

“Setahun kemarin kita hanya bisa menyerap 240 ton beras pertanian sawah di kabupaten rokan hilir, sedangkan di dumai bukan daerah produksi,” kata Faizal, Rabu (25/1).

Dia menjelaskan penyerapan beras petani daerah ini selanjutnya dijadikan sebagai persediaan beras Bulog untuk berbagai keperluan ketahanan pangan pemerintah.

Dia mengakui serapan beras pertanian lokal ini belum optimal karena kalah saing harga penetapan pemerintah yaitu Rp7.300 per kilogram berdasarkan Intruksi Presiden nomor 5 tahun 2015 tentang kebijakan pengadaan gabah/beras dan penyaluran oleh pemerintah.

“Sesuai ketentuan kita hanya bisa mengambil beras sesuai harga inpres yaitu Rp7.300 per kilogram, dan sebagian petani ada yang menjual dengan harga tinggi dan tidak bisa dibeli oleh bulog,” sebutnya.

Untuk kinerja 2017 ini, Perum Bulog Dumai ditargetkan melakukan serapan gabah dan beras petani lokal sebanyak 800 ton, atau mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Target ini akan diupayakan Bulog Dumai dengan melakukan koordinasi bersama instansi pertanian pemerintah daerah dan survei lahan persawahan padi yang bisa dijadikan rencana penyerapan beras petani lokal.

“Kita tetap akan melirik potensi produksi padi di daerah Rokan Hilir karena persawahan dumai belum bisa dipasarkan dan hanya untuk mencukupi kebutuhan masyarakat setempat,” jelasnya. [ant]

Comments

comments