Cawapres Sandiaga Uno (FOTO: Ist)

@Rayapos | Jakarta – Munculnya Sandiaga Uno jadi cawapres Prabowo Subianto mengejutkan banyak pihak. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu disebut memberi mahar Rp 500 miliar ke PKS, ditambah Rp 500 miliar ke PAN.

Sebenarnya seberapa harta yang dimiliki Sandi?

Sebelum masuk politik, Sandi dikenal sebagai pengusaha sukses. Menurut laporan terbaru dari globeasia.com, harta Sandi pada 2018 mencapai 300 Juta US dolar (Rp 4,3 triliun).

Sedangkan KPK mencatat harta Sandi saat ini berkisar Rp 3,8 triliun, belum termasuk harta tidak bergerak lainnya. Ia rupanya masuk daftar orang kaya nomor 85 di Indonesia.

 

Baca juga:

Gagal Jadi Cawapres AHY Minta Maaf ke Rakyat

Ma’ruf Akankah Tetap Bersarung ke Istana?

Kepergok Transaksi Tramadol, Dua Pemuda Digiring Pemburu Preman

Melansir wikipedia, Sandi Uno adalah lulusan Wichita State University, Amerika Serikat, dengan predikat summa cum laude.

Sandi mengawali karier sebagai karyawan Bank Summa pada 1990.

Setahun kemudian ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di George Washington University, Amerika Serikat. Ia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00.

PT Saratoga Soeryadjaya

Pada 1998 ia dan Edwin Soeryadjaya, putra William, mendirikan perusahaan investasi bernama PT Saratoga Investama Sedaya.

Bidang usahanya meliputi pertambangan, telekomunikasi, dan produk kehutanan.

Berbekal jejaring (network) yang baik dengan perusahaan serta lembaga keuangan dalam dan luar negeri, Sandi Uno sukses menjalankan bisnis tersebut.

Mekanisme kinerja perusahaan tersebut adalah menghimpun modal investor untuk mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang mengalami masalah keuangan.

Kinerja perusahaan yang krisis itu kemudian dibenahi dan dikembangkan.

Hingga 2009, ada 12 perusahaan yang sudah diambil alih oleh PT Saratoga.

Beberapa perusahaan pun telah dijual kembali , antara lain PT Dipasena Citra Darmaja, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), dan PT Astra Microtronics.

PT Adaro Energy Tbk

Sandiaga mempunyai banyak bisnis di berbagai sektor. Di antaranya adalah di sektor batu bara, PT Adaro Energy, Tbk. (ADRO).

Sepanjang 2014, perusahaan ini mampu menghadapi situasi bisnis batu bara yang penuh tantangan. Dari produksi batu bara Adaro yang mencapai 56,2 juta ton, ADRO berhasil mencatatkan pendapatan senilai USD 3,3 miliar dengan laba bersih USD 183,5 juta.

PT Medco Power Indonesia

Sandi juga memiliki bisnis pembangkit listrik yaitu PT Medco Power Indonesia (MPI). Perusahaan ini fokus pada sumber terbarukan.

Pada tahun 2017 MPI berhasil mendapatkan pembiayaan sebesar USD 1,17 miliar untuk proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi Geothermal Sarulla berkapasitas 330 MW.

PT Gilang Agung Persada

Tahun 2014 Saratoga menanamkan investasinya di PT Gilang Agung Persada (GAP). Saratoga membeli 4,17 persen saham perusahaan busana tersebut. Nilai investasi yang ditempatkan sebesar USD 5 juta.

 

 

BAGIKAN