Olah TKP kematian Eka Rakhma Apriliyanti Ifada (24)

@Rayapos | Boyolali – Fajar Sigit Santoso (19) alias Kenyung, pemerkosa sekaligus pembunuh kasir toko besi, Eka Rakhma Apriliyanti Ifada (24), juga mengambil barang berharga milik korban.

Ketika Kenyung ditangkap Satuan Polisi Polres Boyolali, beberapa barang bukti pun ikut disita.

Baca juga:

Jika Mangkir Lagi, Habib Bahar Dipaksa Polisi

Lagi, Prabowo Didemo Soal Pemindahan Kedubes Australia

Barang bukti berupa, satu unit sepeda motor matic dengan nomor Polisi AD 3953 NW, satu helm, satu jaket jeans hitam, satu pasang sepatu pria, satu kaos, satu celana jeans, tiga buah handphone, satu baju korban beserta satu kerudung warna merah, juga termasuk satu celana dalam milik korban yang penuh bercak darah.

“Kepada pelaku dikenakan pasal berlapis tentang pembunuhan berencana yakni, pasal 340 KUHP, dan atau pasala 338 KUHP, dan atau 365 ayat (3) KUHP Jo 285 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati,” ujar Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi, Senin (3/12/2018).

Aries juga mengatakan, pelaku ternyata sempat menonton petugas saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Menurutnya, dalam suatu teori kriminologi, pelaku tindak kejahatan memiliki keinginan untuk kembali lagi ke lokasi kejadian untuk melihat hasil dari tindakan kriminal yang telah dilakukannya.

“Ternyata pelaku ada disana dan menyaksikan langsung prosesnya. Mulai olah TKP sampai jenazah korban di bawa rumah sakit untuk otopsi,” kata Aries.

Lebih lanjut, Aries menjelaskan jika pelaku yang merupakan warga Kemiri, Mojosongo, Boyolali tersebut bisa ditangkap berdasarkan hasil pemeriksaan kamar kos dan CCTV di rumah kost korban.

“Pagi pukul 06.00 WIB, menerima laporan ada korban pembunuhan. Pemeriksaan lapangan di lakukan dan sekira pukul 14.00 WIB, pelakunya sudah diketahui,” kata Aries.

Tidak lama berselang, petugas yang mengetahui lokasi pelaku langsung dilakukan penangkapan. “Akhirnya setelah proses penyidikan, tersangkanya kami tangkap di kawasan rumah sakit Boyolali,” jelas Aries.

Dalam proses penangkapan pelaku, sempat ada upaya melawan saat diamankan, sehingga petugas terpaksa menembak betis kaki kanan pelaku.