Jennifer Aniston dan Justin Theroux (Foto:eonline)

@Rayapos | Jakarta – Setelah kabar perceraian diumumkan, Jennifer Aniston dan Justin Theroux menghadapi masalah baru. Pembagian harta dan aset bersama mereka. Lalu bagaimana nasib cincin pertunangan yang dikenakan Aniston?

“Cincin berlian itu mengawal pernikahan, karenanya itu menjadi milik Jennifer secara terpisah, terlepas apakah barang itu disebutkan dalam perjanjian pranikah,” kata pengacara spesialis hukum keluarga, David Glass, kepada laman People.

“Selama kedua pihak menikah, maka si penerima cincin berhak menyimpannya,” imbuhnya.

Sebelumnya, aktris Friends itu pernah memberi pendapatnya mengenai cincin delapan karat yang ia kenakan di jari manisnya.

“Ini batu (berlian), aku tahu. Dia (Justin) mengayunkannya kepadaku. Butuh beberapa saat agar aku terbiasa mengenakannya,” katanya kepada New York Times beberapa waktu lalu.

“Aku bukanlah gadis penggemar berlian. Aku lebih menyukai perhiasan dan aksesoris India,” sambungnya.

Sementara itu, untuk sisa aset mereka, pasangan ini dikatakan mengantongi properti atas nama masing-masing. Rumah yang sempat mereka tinggali bersama di Los Angeles adalah milik Aniston. Sedangkan Theroux memiliki apartemen di New York.

Kekayaan Aniston diperkirakan mencapai $200 juta (Rp 2,7 triliun), menurut laporan Forbes. David Glass menegaskan, pembagian harta ini bergantung pada rincian yang mereka uraikan dalam perjanjian pranikah.

“Kemungkinan mereka memiliki perjanjian pranikah yang mempertahankan nilai properti secara pribadi,” ujar Glass.

Baca juga : 
Dua Tahun Menikah, Jennifer Aniston-Justin Theroux Putuskan Berpisah
Ternyata Jennifer Aniston dan Justin Theroux Tak Pernah Menikah
Berpisah, Jennifer Aniston-Justin Theroux Bertemu Terakhir Kali di Hari Valentine

Dia juga mengatakan, kemungkinan yang dapat dibagi oleh Aniston dan Theroux adalah nilai yang ada dalam rekening bersama serta properti yang mereka beli secara bersama.

“Kemungkinan karena mereka masing-masing berpenghasilan tinggi dari karir jadi mereka melindungi itu dari perjanjian pernikahan, untuk mendapatkan penghasilan secara terpisah,” lanjut Glass.

“Jadi dengan perjanjian seperti itu, satu-satunya yang dapat dibagi dalam perceraian adalah hal-hal yang dibuat atas nama bersama, itulah yang bisa dibagi 50/50,” tuturnya.