Doreen dan bolpoin yang merekam dia ganti pakaian. Kolase: Rayapos / DWO

@Rayapos | Ini modus baru pelecehan seksual. Ketika Doreen mencoba gaun di ruang ganti sebuah mal di Singapura, dia menemukan bolpoin. Ternyata itu kamera video, dan sudah merekam dia ganti pakaian. Tapi, akhirnya dia malah dilaporkan ke polisi.

Kisah ini diungkap Doreen di Facebook-nya: Doreen AhDo pada 4 Agustus 2018. Gegara dia ungkap ke FB, dia dilaporkan ke polisi.

Dijelaskan Doreen, saat dia mencoba pakaian yang akan dibelinya, Doreen mengaku menemukan bolpoin di pinggiran pintu. Tergeletak begitu saja. Setelah diperiksa, ternyata terdapat lensa kamera pada bolpoin tersebut.

Doreen menjelaskan bahwa bolpoin itu masih terasa hangat. Artinya, bolpoin itu masih bekerja dan merekam kegiatannya.

Marah, Doreen bergegas memakai bajunya. Memotret bolpoin kamera tersebut. Membawanya keluar ruang ganti. Dia marah-marah kepada penjaga mal. Lantas, dia keluar toko, berteriak akan lapor polisi.

Doreen kemudian dihentikan oleh pemuda, karyawan mal tersebut.

Baca Juga:

Anak Penjual Bubur Ayam Lulus Seleksi Taruna Akmil Magelang

Korban Gempa Lombok sampai Siang Ini 91 Tewas

Digoyang Gempa, Ayudia Bing Slamet Pusing Berat

Doreen menuliskan begini: “Karyawan toko mendekatiku saat itu. Ia memohon agar tidak lapor polisi karena ia telah menyesali perbuatannya. Ia berkata bahwa hidupnya pasti hancur kalau aku lapor polisi.

Penjaga toko itu kemudian curhat, bahwa ia punya hutang pada seseorang. Lalu rekaman video dari bolpoin itu akan dijualnya agar bisa bayar hutang.

“Penjelasannya itu membuatku makin marah,” tulis Doreen. Dia bersikeras melaporkan kasus tersebut pada polisi.

Namun, hal itu membuat si pria marah dan berlaku kasar padanya. Pria itu berusaha merebut bolpoin itu dari Doreen.

Keduanya terlibat perkelahian. Doreen didorong ke lantai. Mengakibatkan memar pada tubuhnya. Pria tersebut berhasil mengambil bolpoinnya dan lari.

Dengan bantuan orang-orang di sana, Doreen lapor polisi. Seperti yang diberitakan China Press, pria pemilik bolpoin tersebut diindentifikasi berinisial JJ.

JJ ternyata juga membuat laporan pada polisi di Johor Baru setelah foto-fotonya viral di Facebook. Ia merasa dipermalukan.

JJ mengaku telah diperiksa polisi. Tapi kasus tidak berlanjut. Menurut polisi, tidak ada bukti yang menghubungkannya dengan bolpoin tersebut.

JJ menjelaskan bahwa ia tidak terima pada perlakuan Doreen, karena itulah ia membuat laporan polisi.

Sementara itu, Doreen menjelaskan bahwa alasan ia membagikan tentang insiden itu di Facebook karena ingin membuat wanita lain waspada dengan keadaan sekitar dan belajar melindungi diri sendiri.

Doreen tidak jadi lapor ke polisi, karena barang bukti ada pada si karyawan mal. Dia malah nyaris jadi tersangka pencemaran nama baik. (*)