China Imbau Hindari Pembangunan Kota Yang Identik

@Rayapos | Beijing: Pemerintah China mengimbau dalam sebuah dokumen kebijakan yang dirilis pada Rabu(25/1), agar pembangunan perkotaan di China tidak identik dan fokus pada masing-masing keunikan kota yang memiliki nilai sejarah.

Perkembangan pesat selama empat dekade terakhir yang dipicu oleh majunya perekonomian telah menyebabkan banyaknya bangunan-bangunan tua yang dihancurkan dan digantikan keberadaannya oleh gedung-gedung pencakar langit dan bangunan-bangunan lainnya.

Sementara beberapa kota seperti Shanghai dan Tianjin telah melakukan upaya untuk melakukan perlindungan terhadap warisan budaya mereka, seperti pada arsitektur era kolonial di kedua kota itu, kota-kota lainnya kehilangan bangunan-bangunan bersejarah mereka.

Kebijakan baru mengenai perlindungan budaya tradisional China yang dibuat oleh pemerintah pusat itu, bertujuan agar kota-kota dapat mengatur lebih lanjut tempat-tempat “sejarah dan nilai budaya” mereka.

“Perbaiki, dan hati-hati dalam memilih contoh dari karakteristik budaya khusus serta simbol-simbol, dan tempatkan dalam perencanaan tata ruang perkotaan, rasional dalam menggunakan ruang publik untuk mendirikan patung dan tempat berkumpul,” ujarnya.

“Hindari seribu kota-kota dengan wajah yang sama,” tambahnya.

Di sebagian besar kota-kota di China, marak terjadi penghancuran gedung-gedung saat reformasi ekonomi negara di akhir 1970an, hal ini terjadi seperti halnya saat hari-hari awal pemerintahan komunis pada revolusi 1949.

Sebagian besar dari kota tua Beijing, termasuk tembok-tembok kota dirubuhkan untuk membuat jalan yang sekarang dikenal dengan Tiananmen Square dan ruang pertemuan rakyat, rumah besar parlemen China.

Dokumen tersebut mengatakan bahwa Partai Komunis memiliki “tanggung jawab sejarah” untuk melindungi dan mempromosikan budaya tradisional China.

Pedoman tersebut juga menyatakan perlu untuk melindungi desa-desa tradisional China dan mendukung kegiatan seni seperti puisi, musik, tari, kaligrafi dan lukisan.

Dokumen itu dibuat untuk melindungi dialek-dialek yang telah hilang karena dorongan pemerintah agar semua orang berbicara satu bahasa nasional, bahasa Mandarin. [ant]

Comments

comments

LEAVE A REPLY