@Rayapos | Jakarta – Tunggal putri Indonesia, Gregoria Marsika Tunjung lolos ke babak perempat final China Open 2018. Hasil gemilang ini merupakan yang pertama bagi pebulutangkis berusia 19 tahun ini.

Sebelumnya, prestasi terbaik Gregoria adalah saat melangkah ke babak semifinal Thailand Open 2018 yang memiliki level BWF World Tour Super 500. Kala itu, pebulutangkis yang akrab disapa Jorji ini gagal ke final usai ditundukkan wakil India, Pusarla V. Sindhu.

Kendati mampu melaju ke perempat final, Gregoria tak mau cepat merasa puas. Tunggal putri andalan Indonesia ini mengatakan bahwa masih memiliki banyak kekurangan yang harus diperbaiki agar bisa bersaing di turnamen elite dunia.

“Jalan saya masih jauh ke atas, penampilan saya belum bisa stabil. Saya belum bisa mengalahkan pemain yang ranking-nya di atas saya, bahkan sama yang di bawah saya juga masih sering kalah,” ungkap Gregoria dalam siaran persnya, Jumat (21/9/2018).

Kendala-kendala yang sering dihadapinya, lanjut Jorji, diantaranya adalah membangun kepercayaan diri saat akan bertanding.

Baca Juga:

MU Berminat Boyong Pepe ke Old Trafford

Asah Kemampuan, Timnas Indonesia U-19 Gelar Turnamen Segitiga

“Rasa percaya diri di lapangan masih hilang muncul, karena saya terlalu memikirkan cara main. Padahal saya harus berkonsentrasi dengan permainan yang saya jalani saat itu,” tuturnya.

Gregoria melangkah ke perempat final dengan menundukkan Zhang Beiwen. Dalam duel tersebut, Jorji harus bersusah payah menyudahi perlawanan wakil Amerika Serikat itu dengan dua set langsung 23-21 dan 22-20, Kamis (20/9/2018).

Di perempat final Cina Open 2018, Gregoria akan menghadapi lawan sulit peraih gelar juara dunia 2017 asal Jepang, Nozomi Okuhara.