Cras… Cras… Cras… Leher Arifin Dihajar Clurit Tiga Kali

Arifin dan Bunga Pernah Berhubungan Seks

Kamaludin digelandang polisi ke Polres Probolinggo, Sabtu (13/10/2018). Foto: Warta Bromo

@Rayapos | Probolinggo – Liku-liku pembunuhan sadis terhadap Ahmad Arifin (16) akhirnya terungkap. Leher dan punggungnya dihajar clurit sampai koyak-koyak. Motifnya asmara.

Pelaku sudah ditangkap polisi, Kamaludin (19) dan Nurhadi Mustofa (18). Mereka bertiga, Arifin, Kamaludin dan Nurhadi adalah teman sepermainan.

Pelaku utamanya Kamaludin. Dia dendam pada Arifin. Dendam asmara.

Sebab, bukan saja Arifin pernah meremas payudara pacarnya Kamaludin (sebut saja namanya Bunga). Tapi, juga kemudian terbukti, Arifin pernah berhubungan seks dengan Bunga.

Jauh sebelum terjadinya pembunuhan, pelaku Kamaludin mengaku, melihat Arifin meremas payudara Bunga.

“Padahal, saat itu ada saya. Kenapa dia tega melakukan itu, padahal kami berteman,” ujar Kamaludin kepada wartawan dalam bahasa Jawa, di Mapolres Probolinggo, Sabtu (13/10/2018).

Meski begitu, Kamaludin tak langsung menunjukkan sikap marah ke korban. Rasa cemburu, ia simpan di hati.

Pasca peristiwa peremasan payudara itu, pelaku kemudian mencecar sejumlah pertanyaan kepada si pacar, Bunga.

Alangkah terkejutnya Kamaludin, ketika Bunga menuturkan, bahwa mereka (Bunga dan Arifin) pernah berhubungan badan. Ini pengakuan Bunga sendiri. Keceplosan.

“Karena itulah saya mendendam,” ungkapnya.

Berita Terkait:

Leher Dihajar Clurit Saat Kencing, Videonya Viral di Sini…

Kemudian pada Rabu (10/10/2018), saat bertemu di sebuah pertigaan jalan desa, Arifin diajak Kamaludin main biliar ke Pasuruan.

Jarak antara posisi mereka di Desa Lumbang, Probolinggo, ke Pasuruan sekitar 42 kilometer. Hanya untuk main biliar.

Di Probolonggi ada juga tempat biliar. Tapi, Kamaludin mengajak Arifin main ke Pasuruan.

Ternyata Arifin setuju. Dia tidak curiga pada Kamaludin. Akhirnya mereka berangkat.

Mereka, yakni Kamaluddin, Nurhadi Mustofa dan Ahmad Arifin membonceng motor sport milik korban Arifin, ke Pasuruan.

Puas main biliar, ketiganya kembali balik ke Desa Lumbang, Probolinggo.

Di tengah perjalanan, Kamaludin mengajak korban ke Sukapura, dengan alasan menengok neneknya.

Ketika sampai di jembatan Sariwani, Kamaludin yang memegang kemudi menepikan motor, berdalih hendak buang air kecil. Arifin ikutan kencing.

Mereka bertiga pun turun dari motor. Posisi korban berdekatan dengan Kamaludin, sementara Nurhadi menjauh. Rupanya Nurhadi sudah tahu niatan Kamaludin.

“Saat kencing itulah saya ayunkan sabit ke arah lehernya. Nggak tahu kena bagian apa, yang jelas saya tiga kali mengayunkan senjata,” tutur Kamaludin.

Cras… cras… cras… clurit menghajar bagian leher belakang dan punggung Arifin, ketika dia kencing. Kondisi belakang tubuh Arifin koyak-koyak parah. Dia tewas di tempat.

Lokasi penemuan mayat Arifin di sungai. Foto: Warta Bromo
Lokasi penemuan mayat Arifin di sungai. Foto: Warta Bromo

Berarti, sabit (clurit) sudah dibawa Kamaludin sejak sebelum mereka berangkat ke Pasuruan. Selama mereka main biliar, Kamaludin menyimpan clurit, mengait ke selangkangannya.

Mengetahui korban roboh, kelojotan menyambut maut, Nurhadi mendekat. Nurhadi dan Kamaludin kemudian membuang korban ke dasar sungai sedalam sekitar 8 meter.

Nurhadi menimpali: “Saya pegang bagian dada, kalau dia (Kamaludin) pegang sabuknya Arifin,” katanya. “Nggak tahu bagaimana jatuhnya. Pokoknya kami lempar,” tambah Nurhadi.

Penemuan mayat Arifin sempat menyulitkan polisi. Sebab, tanpa identitas. Sampai videonya viral. Simak videonya di sini:

Pembunuhan bermotif asmara itu dibenarkan oleh Kapolres Probolinggo AKBP. Fadly Samad. Hasil penyidikan polisi, pelaku sejak awal menyiapkan senjata untuk membunuh Arifin.

Baca Juga:

LBH Ingatkan Anies, Jangan Menggusur (Biar Jakarta Tetap Begini)

Sedekah Laut Dipaksa Bubar, Begini Landasan Hukumnya

“Dari pemeriksaan sementara, pelaku utama ini dendam. Karena korban pernah menggoda pacarnya, sehingga pelaku berinisitif menghabisi nyawa korban,” ungkapnya.

Diketahui, Ahmad Arifin (16), warga Desa Sapeh, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, yang merupakan siswa SMPN 4 Lumbang.

Tubuhnya ditemukan menjadi mayat di jembatan sungai Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura pada Kamis (11/10/2018) pagi. Bagian belakang kepala hancur dihajar clurit. (*)

BAGIKAN