FOTO: capture youtube

@Rayapos | Jakarta – Viral video dangdut hajatan di depan kuburan Pondok Kelapa Jakarta Timur. Video tersebut menuai kritikan pedas dari nitizen di jagat maya.

Menanggapi fenomena ini, Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Djafar Muchlisin mengungkapkan, acara dangdutan tersebut sangat tidak layak dipertontonkan diarea Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Baca juga:

Gadis Cantik Diperkosa Bergilir Selama 14 Hari di Hutan Pinus

Pemerkosa Gadis Cantik di Hutan Pinus Tertangkap, Pelaku Masih ABG

Benarkah Prabowo Dukung Khilafah? Begini Pengakuannya

Menurutnya TPU biasa digunakan untuk hal-hal yang sakral.

“Ini dilarang karena fasilitas sepeti makam digunakan untuk acara hiburan apalagi itu bertentangan bener ya. Bertentangan antara tempat memakamkan orang kok ada dangdutan,” kata Djafar saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta Kamis (13/9/2018).

Djafar mengaku telah memerintahkan semua pengelola tempat pemakaman untuk meperingatkan pihak pengamanan dalam (Pamdal) melakukan penjagan ketat.

Djafar menambahkan, untuk pengawasan area pemakan sendiri tidak hanya diserahkan kepada Pamdal namun tangung jawab ini juga diberikan kepada pihak RT dan RW.

Apalagi saat kegiatan tersebut berlangsung, Djafar mengakui bila pihaknya kecolongan bahkan pihak RT dan RW setempat memberikan ijin terkait acara itu.

Ia pun mengimbau bila ada masyarakat yang melihat kejadian serupa agar segera melaporkan kepihak terkait agar dberikan sangsi keras.

“Paling tidak mengingatkan. bukan menegur melarang karena kita bukan aparat. paling kita mengingatkan. Kita lihat pantas apa enggak ngadain pesta di pemakaman,” tukasnya.

BAGIKAN