FOTO: RAYAPOS/KEMAL MAULANA

@Rayapos | Jakarta – Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani datang ke rumah sakit Bhayangkara (Polri) Jakarta Timur, untuk bertemu sejumlah sejumlah keluarga korban Karyawan Kemenkue yang menjadi korban kecelakaan penerbangan JT-610 lion air.

Sri datang mengenakan busana serba hitam dengan kepala yang dibakut kerudung batik berwarna hitam putih sekitar pukul 20.00 Wib. Ia langsung masuk kedalam ruang Disaster victim investigation (DVI) yang terletak di gedung Sentra Visum RS Bhayangkara.

Disitu bangak keluarga korban yang hendak mendaftar proses indentifikasi dengan membawa data fisik dan dokumen pendukung korban mulai dari sidik jari hingga foto terakhir.

Sesampainya diruangan suasana haru langsung terasa dilokasi, Sri memeluk salah satu anggota keluarga korban JT-610 yang merupakan karyawan Kemenkue.

“Ini orang tuanya sudah lama di kemenkue Bu,” kata salah satu karyawan Kemenkue kepada Sri Mulyani.

Pelukan hangat langsung disambut Sri Mulyani kepada salah seorang anak perempuan dari anak buahnya di Kemenkue.

Seperti diketahui Di antara 189 orang di pesawat JT-610, terdapat 20 orang pegawai Kemenkeu, termasuk 12 pegawai Dirjen Pajak.

Sri Mulyani mengaku akan terus memantau perkembangan pencarian korban pegawai Kemenkeu yang bekerja untuk Kemenkeu di Pangkal Pinang.

Sementara itu, dari RS Bhayangkara (Polri) Jakarta Timur, Kementerian Keuangan Republik Indonesia juga sudah mendirikan crisis center yang dipimpin oleh Kasubid Humas Pajak Kementerian Keuangan RI, Ani Natalia sejak dibukanya pendaftaran oleh team Ante Mortem RS Bhayangkara.

Dia menjelaskan dari 20 orang pegawai Kemenkue yang berangkat terdiri dari 12 pegawai direktorat jenderal pajak. Mereka bekerja di kantor pelayanan pajak Pratama Bangka dan kantor pelayanan pajak Pratama Pangkal pinang.

“Jadi 5 orang di KPP Bangka, 7 orang di KPP Pangkal Pinang itu. Kita masih menunggu info dari basarnas,” kata Ani.

Terkait posko yang didirikan, tujuannya untuk membantu keluarga korban dalam mendapatkan informasi dan bantuan kelengkapan data pendukung sebelum melakukan proses identifikasi di RS Polri Jakarta Timur.

“Kita bantu kelengkapan data dan syarat pendukung sebelum visum DVI, itu yg bisa kami lakukan untuk keluarga. Hampir semua sudah lapor, ada satu yang di cirebon, ada satu yg masuh dalam perjalanan menuju ke sini,” kata dia.