Pakan Ternak (Fpto : ilustrasi)

@Rayapos | Jakarta – Guru Besar Bidang Biokimia Nutrisi dari Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Lies Mira Yusiati mengatakan, rendahnya konsumsi produk protein di Indonesia disebabkan karena rendahnya daya beli masyarakat dan rendahnya produksi daging dan susu.

Dia mencatat, produksi daging kerbau, sapi, domba dan kambing dalam tahun 2017 sebesar 688.859 ton dan produksi susu tahun 2008 sebesar 920.100 liter.

Baca juga : Rekayasa Pakan Ternak Pengaruhi Produktivitas Manusia

Bila diperhitungkan dengan jumlah penduduk Indonesia sebesar 262 juta orang, maka setiap orang di Indonesia hanya akan memperoleh daging sebesar 2.629 gram/tahun atau 7,20 gram/hari dan mendapat susu 3,512 cc/tahun atau 0,00962 cc/hari.

“Dengan mempertimbangkan pentingnya protein hewani, jumlah konsumsi protein/protein hewani masyarakat Indonesia yang sangat rendah dan juga produksi daging maupun susu di Indonesia yang juga sangat rendah, maka populasi ternak ruminansia perlu ditingkatkan,” kata Lies dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (25/12/2017).

Lies menambahkan, protein sangat bermanfaat bagi tubuh manusia, utamanya dalam meningkatkan produktivitas kerja. Sehingga sekaligus dapat meningkatkan daya saing dan kreativitas masyarakat yang mengkonsumsinya secara cukup.

Paling tidak, lanjut Lies, terdapat beberapa manfaat protein hewani bagi manusia. Pertama, untuk perbaikan dan perawatan tubuh manusia baik bagi anak-anak maupun janin dalam kandungan seorang ibu. Kedua, sebagai sumber energi manusia agar dapat terus bergerak dan beraktivitas menjalankan kewajiban sehari-hari.

Baca juga : Gerindra Usung Moreno, Sama Saja Lecehkan Warga Jawa Timur

Ketiga, pembentukan hormon tubuh dalam menjaga keseimbangan dan fungsi-fungsi tubuh. Keempat, pembentukan enzim yang dapat meningkatkan laju reaksi kimia dalam tubuh. Kelima, sebagai alat transportasi dan penyimpanan molekul tubuh. Dan keenam, sebagai pembentuk antibodi manusia untuk membantu mencegah serangan penyakit dan infeksi pada tubuh.

“Peningkatan konsumsi protein hewani bagi masyarakat mutlak diperlukan, agar kesehatan dan produktivitas masyarakat Indonesia terus meningkat. Implikasinya tentu akan meningkatkan daya saing masyarakat Indonesia di kancah internasional,” tandas Lies menutup keterangan tertulisnya.

BAGIKAN