Syachrul Anto, penyelam regu rescue evakuasi pesawat Lion Air yang tewas di laut. Foto: Facebook

@Rayapos | Jakarta – Penyelam Syachrul Anto meninggal dalam misi mencari Lion Air yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, pada Jumat (2/11/2018).

Ia diduga mengalami dekompresi saat menyelam. Kini jenazah Anto sudah dibawa pihak keluarga ke Surabaya.

Menurut laman MedScape, dekompresi terjadi usai penyelaman dalam laut. Atau dari ruang tertutup (misal proyek pembangunan terowongan bawah tanah) dan kembali lagi menuju permukaan.

Namun dekompresi juga bisa terjadi saat tekanan udara dalam pesawat menurun.

Saat menyelam, jaringan tubuh menyerap nitrogen dari tabung gas, untuk bernapas untuk menyesuaikan dengan tekanan sekitar.

Jika tekanan tersebut berkurang terlalu cepat, nitrogen akan keluar dan membentuk gelembung-gelembung dalam jaringan dan aliran darah.

Biasanya, kondisi tersebut terjadi akibat penyelam yang melanggar atau terlalu dekat pada batasan Diving table.

Diving table adalah tabel yang digunakan untuk menghitung sisa nitrogen yang ada dalam tubuh anda, pada saat dan setelah anda melakukan penyelaman.

Gelembung yang terbentuk di dalam atau di dekat sendi, merupakan penyebab terduga munculnya rasa nyeri otot.

Saat gelembungnya terlalu banyak, reaksi kompleks dapat terjadi di tubuh. Biasanya di tulang punggung atau otak. Mati rasa, lumpuh dan gangguan fungsi otak juga bisa terjadi.

Apabila sejumlah besar dekompresi terlewati dan gelembung masuk ke aliran darah pembuluh vena, gejala kongestif di paru-paru dan syok sirkulasi dapat terjadi.

Pada kondisi ini, penyelam bisa jadi pingsan. Jika tak segera ditangani dapat berujung kematian.

Dekompresi dapat terjadi tak diduga dan acak.

Faktor utamanya adalah penurunan ambien tekanan. Namun ada faktor risiko lain yang diketahui seperti penyelaman dalam atau panjang, air dingin, latihan keras di kedalaman dan terlalu cepat naik ke permukaan.

Faktor-faktor lainnya yang diduga dapat meningkatkan risiko dekompresi namun belum cukup banyak bukti adalah obesitas, dehidrasi, latihan keras usai naik ke permukaan dan penyakit pernapasan.

“Ditambah adanya faktor risiko individual, yang menyebabkan beberapa penyelam bisa mengalaminya lebih sering ketimbang yang lain. Padahal mereka mengikuti pelatihan selam yang sama,” tulis situs Divers Alert Network.

Baca Juga:

Taufik Kurniawan, Wakil Rakyat ke-69 yang Dibekuk KPK

Evaluasi Tes CPNS, Yuk… Siapa Tahu Berguna

Betapa pun, Anto tewas tidak sia-sia. Dia sudah membantu evakuasi bangkai korban dan pesawat Lion Air yang tenggelam.

Anto adalah salah satu pahlawan kemanusian. Selamat jalan, pahlawanku… (*)

BAGIKAN